Serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan kelompok Syiah Houthi Yaman yang didukung Iran mengguncang Arab Saudi setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan mematikan.
Semarak.co – Pemerintah Arab Saudi menyelidiki kegagalan sistem pertahanan udara, sementara sejumlah maskapai menghentikan penerbangan ke ibu kota itu. Demikian dilaporkan Associated Press (AP), Reuters dan Al Jazeera (13/10/2026).
Laporan Associated Press menyebut serangan Sabtu yang menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang di bandara Riyadh. Serangan berikutnya pada Minggu menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya.
Bandara Ditutup, Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan
Otoritas penerbangan Saudi memperpanjang penutupan bandara hingga 17 Oktober 2926 untuk memeriksa keamanan fasilitas dan memastikan kesiapan operasional. Sejumlah maskapai regional membatalkan penerbangan menuju Riyadh dan kota-kota Saudi lainnya.
Sistem Pertahanan Udara Menjadi Sorotan
Penyelidikan awal yang dikutip Associated Press menunjukkan drone diduga diluncurkan lebih dahulu untuk membuka jalan bagi rudal jelajah dan balistik yang melintasi lebih dari seribu kilometer menuju Riyadh tanpa peringatan.
Konflik Saudi dan Houthi Kian Memanas
Kelompok Houthi yang didukung Iran, meningkatkan serangan ketika konflik regional meluas. Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman dalam perang melawan kelompok tersebut sejak 2015, sementara upaya diplomasi belum meredakan ketegangan kawasan.
Dampak terhadap Penerbangan Internasional
Penutupan bandara Riyadh mengganggu perjalanan penumpang dan jaringan penerbangan kawasan. Sejumlah maskapai meminta penumpang memeriksa jadwal langsung kepada operator karena pembatalan, pengalihan rute serta pemeriksaan keselamatan masih berlangsung. (net/ap/rts/alz/kim/smr)





