Seorang Prajurit Pasukan Perdamaian Indonesia Tewas Imbas Serangan Israel di UNIFIL Lebanon, Sekjen PBB Guterres pun Kecam Keras

Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan pandangannya dalam KTT ke-13 ASEAN-PBB di Jakarta, Kamis (7/9/2023). Foto: msn

Seorang personel perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon tewas dalam serangan Israel di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon, Minggu (29/3/2026). Satu prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka serius.

Semarak.co – MISI penjaga perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL mengatakan, salah satu penjaga perdamaiannya tewas dan yang satu orang lainnya luka parah setelah sebuah proyektil meledak pada Ahad malam (29/3/2026) di salah satu posisinya di Lebanon selatan.

Bacaan Lainnya

Pasukan tersebut mengatakan ledakan terjadi di dekat Adshit al-Qusayr di distrik Marjayoun. Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa penembakan artileri Israel menargetkan markas kontingen Indonesia yang bertugas bersama pasukan PBB di Adshit al-Qusayr.

“Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” katanya di platform perusahaan media sosial AS, X seperti dilansir Anadolu yang dikutip tempo.co kemudian dilansir laman berita msn.com, Senin pagi (30/3/2026).

Ditambahkan bahwa serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan “pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701” dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres pun mengecam keras insiden di Lebanon tersebut dan menyampaikan duka mendalam atas gugurnya peacekeeper UNIFIL asal Indonesia.

“Saya mengutuk keras insiden pada hari Minggu di mana seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah,” ujar Guterres dalam platform X seperti dikutip kumparan.com yang dilansir laman berita msn.com, Senin (30/3/2026).

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, rekan, serta pemerintah Indonesia, sekaligus mendoakan kesembuhan bagi korban yang terluka. “Saya berharap pemulihan yang penuh dan cepat bagi penjaga perdamaian yang terluka,” lanjutnya.

Guterres menegaskan bahwa insiden ini merupakan bagian dari serangkaian kejadian terbaru yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian. Ia pun menyerukan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dan menjamin keamanan seluruh personel serta aset PBB.

“Saya menyerukan semua pihak untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB setiap saat,” tegas Sekjen PBB Guterres menutup. (hms/kum/tpc/msn/smr)

Pos terkait