Sebanyak 33.000 keluarga di Teheran Iran kehilangan rumah mereka imbas serangan brutal Amerika Serikat dan Zionis Israel sejak akhir Februari 2026. Juru bicara Wali Kota Teheran, Abdolmohar Mohammadkhani, menyampaikan data tersebut pada hari Rabu (1/4/2026).
Semarak.co – Lebih lanjut, Mohammadkhani mengatakan bahwa pemerintah siap membantu keluarga yang terdampak imbas serangan AS-Israel. Bantuan itu berupa renovasi bangunan hingga dukungan secara finansial.
“Renovasi berkisar dari perbaikan kecil seperti kaca, pintu dan jendela hingga rekonstruksi besar atau renovasi total,” kata Mohammadkhani, seperti dilansir CnnIndonesia.com dari media Arab ternama Al Jazeera pada Jumat, 3 Maret 2026.
Dia mengatakan, 1.869 keluarga mengalami kesulitan perumahan, sementara 1.245 keluarga direlokasi ke 23 kompleks perumahan. Walikota mengatakan, perbaikan sejauh ini sudah dimulai ke lebih dari 4.000 unit hunian, baik dilakukan sendiri maupun yang didukung secara finansial oleh pemkot.
Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan sejumlah wilayah di kota-kota di Iran dari Teheran hingga Isfahan. Operasi ini menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga sipil tewas.
Iran meluncurkan serangan balasan ke Israel dan aset milik Amerika Serikat di negara-negara Teluk. Pasukan Korps Garda Revolusi (IRGC) juga menutup jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz untuk menekan musuhnya.
Hingga kini, mereka masih bertempur. Presiden AS Donald Trump sesumbar sedang negosiasi dengan Iran untuk menghentikan perang. Namun, di waktu yang sama, AS juga meluncurkan pasukan terjun payung dan siap menginvasi Pulau Kharg. (net/cic/alz/kim/smr)






