JAKARTA-Ketua umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) ini berjanji, jika tak terpilih pun di Pilkada DKI 2017 nanti, bantuan layanan itu akan diteruskan. Pencalonannya dengan Anies bukanlah tentang pencapaian mereka berdua. Seluruh sumber daya yang dikerahkannya selama setahun terakhir, klaim Sandi, murni untuk warga Jakarta. Kepada warga Jalan Senopati Dalam II, Sandi menjanjikan, mereka yang saat ini masih kesulitan mengembangkan usaha dan mencari pekerjaan tetap, akan dipermudah jika Anies-Sandi terpilih memimpin Ibu Kota.

“Ini bukan kampanye. Udeh kayak balik kampung neh. Banyak teman-teman dan senior saya neh. Ci Mune mana, Ci Mune? Si Nur lagi di Duri Kepa, Kak Lele, Bang Yun, Bang Komar mana nih. Ini pertama kalinya dalam masa sosialisasi setahun terakhir, aye berkampanye di kalangan kerabat dekat,” ujar Sandiaga membuka sambutan sampai berdiri di atas kursi untuk dapat melihat dan memberikan warga melihatnya.

Paslon no 3 yang diusung koalisi Partai Gerindra dan PKS in memaparkan program unggulan dirinya bersama pasangannya Anies Rasyid Baswedan. Pertama, program ekonomi. Ia menilai pertumbuhan ekonomi di Jakarta tinggi, tetapi lapangan pekerjaan minim. Oleh karena itu, Anies-Sandi punya program OKE OCE atau ‘One Kecamatan One Center for Enterpreneurship’. Di tiap kecamatan akan ada satu pusat kewirausahaan. Selain itu, pengusaha muda cerdas ini ini berkomitmen menekan harga kebutuhan barang pokok atau sembako. “Ini tugas politik, kalau memang harus diteruskan (program di Posko FSU), biar kalah ya teruskan. Kami sudah nyatakan bahwa Anies-Sandi tentang Jakarta. Kalau mau mengurus Jakarta ya jadi, kalau kalah tetap teruskan,” katanya.

Sandiaga senang bisa meresmikan posko sekaligus bertemu warga di sana. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan tempat bermain Sandi yang merupakan kampung istrinya yang asli Betawi Nur Asih atau akrab disapa Mpok Nur. Di setiap kesempatan sosialisasinya Sandi sering sekali mengatakan istrinya orang Betawi asli yang suka dengan masakan jengkol.

Tidak malu-malu, cawagub DKI nomor urut 3 ini bersalaman dan mencium tangan orang yang lanjut usia. Saat ini, meski keluarga istri Sandia umumnya berkecukupan, masih ada sepupu istri Sandi yang berprofesi sebagai juru parkir di sekitar Senayan. “Ini pengalaman yang menurut saya baru pertama kali terjadi selama berkeliling Jakarta 12 bulan. Dimana yang jauh keliatan yang deket malah kaga keliatan. Ini kampung istri saya. Istri saya orang Betawi asli yang suka banget sama masakan jengkol,” sesalnya.

Di himpitan gedung-gedung mewah di kawasan Senopati, Sandi melangkahkan kakinya masuk ke gang Senopati Dalam II usai menunaikan ibadah shalat Jumat di masjid di sekitar daerah itu. Sepanjang jalan, Sandiaga kerap dihentikan tetangga dan teman-teman sekolahnya di kawasan Kebayoran Baru. “Pasti nggak ada yang mau nanya kan. Kalau ada yang mau nanya datang aja ke rumah,” kata Sandiaga disambut tawa warga.

Sandiaga mengakui jurang perbedaan nasib antara dia dan warga yang disambanginya. Dulunya, sebelum Jakarta Selatan didominasi perumahan mewah, tanah-tanah kosong dikuasai keluarga Betawi, salah satunya adalah mertuanya, Haji Abdul Azis, yang dulu bersama saudara-saudaranya dikenal sebagai juragan tanah Senayan. “Harapan mereka sama dengan yang lain. Banyak gedung-gedung tinggi tapi lapangan pekerjaan sedikit. Banyak yang menganggur. Mereka menunggu terbukanya lapangan kerja yang ada dari proyek disini. Oleh karena itu kami datang kesini dan memberijan program-program yang dapat membantu,” imbuhnya.

Ketua umum FSU Ariefanda menceritakan latar belakang terbentuknya FSU. “Sejarahnya panjang. Forum ini bergerak waktu Bang Sandi masih menjadi calon gubernur (cagub) dari Partai Gerindra. Forum ini berisi elemen-elemen organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan lainnya. Semangatnya terus mendorong agar Bang Sandi memenangkan Pilkada. Walau sempat kecewa karena Bang Sandi jadi calon wakil gubernur, tapi FSU menyadari akan kerja nyata paslon ini. Sehingga kami tidak kenal lelah bergerak sejak delapan bulan lalu,” ungkap Arief, yang masih cucuk penyair Amir Hamzah.

Ketua RW 2 Adi Sudadi meminta semua warga yang hadir agar tidak hanya berteriak-teriak untuk memenangkan paslonnya. Tapi wujudkan dengan dating ke TPS (tempat pemungutan suara) dan lakukan pilihan. “Tugas kami ikut dan mendorong warga untuk menggunakan hak pilihnya. Di RW2 ada dua TPS. Ayo tanggal 15 Februari 2017 nanti datanglah. Gunakan hak pilih Anda. Jadi jangan teriak-teriak saja. Biar kagak sia-sia. Apalagi saya tahu, pilihan posko di tempat ini karena potensi pemilihnya,” ujar Adi.

Pemimpin redaksi: www.semarak.co bersama calon wakil gubernur Sandi Uno usai acara peresmian Posko FSU di Senopati,Senayan, Jaksel
Pemimpin redaksi: www.semarak.co Lina Suhesti bersama anaknya menyempatkan diri untuk foto bersama calon wakil gubernur Sandi Uno usai acara peresmian Posko FSU di Senopati,Senayan, Jaksel, Jumat (30/12)

Di bagian lain Sandi mengingatkan, salah adanya tudingan paslon nomor 3 akan membatalkan program-program bagus dari yang sudah ada seperti KJS dan KJP. Menurut dia, malah program itu ditambah menjadi KJS Plus dan KJP Plus. Plus untuk kesehatan, nanti disiapkan petugas keliling untuk memastikan semua warga dah punya kartu sehat. Nanti disediakan ambulan yang berkeliling untuk mengantarkan warga ke rumah sakit bahkan harus ditunggu sampai dapat kamar. Jadi plusnya ada pendampingan pasien kelas menengah bawah. Khusus pada pemuka agama, ulama dan umaroh akan diberikan plusnya berupa kelas satu,” begitu rincinya.

Begitu plus pada KJP, nanti bisa diambil tunai. Selain itu dibagikan bagi pelajar madrasah dan sampai kuliah. “Tidak benar kami akan menghapus program yang sekarang jalan bagus. Kalau bagus tentu dipertahankan malah ditambah biar lebih sempurna. Untuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) misalnya, nanti malah akan ditambahkan jumlah orangnya. (okc/rol/lin)

LEAVE A REPLY