Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, memaparkan rencana kerja kementeriannya pada Raker dengan Komisi VII DPR RI terkait Pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga 2027.
Semarak.co – Menekraf Riefky menyampaikan tiga program unggulan (flagship program) yang diusulkan menjadi fokus pengembangan ekonomi kreatif nasional pada 2027. Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia diusulkan sebagai flagship program Kemenekraf 2027.
“Seluruh dukungan ini kami arahkan untuk memastikan sektor Ekraf berkontribusi nyata terhadap peningkatan investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan, serta percepatan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional 8% pada 2029,” ujarnya, dirilis humas Kemenekraf melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Selasa sore (16/6/2026).
Kemenekraf juga mengusulkan dukungan berupa bantuan pemerintah untuk penguatan sarana dan prasarana produksi kreatif bagi pelaku maupun komunitas ekonomi kreatif, serta penguatan kelembagaan dan diplomasi ekonomi kreatif guna memperluas akses pasar dan kerja sama internasional.
Program flagship 2027 ini disusun untuk mendukung target RPJMN 2025–2029, khususnya Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, antara lain pertumbuhan PDB ekonomi kreatif 5,8%, pertumbuhan ekspor 5,5%, penyerapan tenaga kerja hingga 26,58 juta orang, serta peningkatan investasi ekonomi kreatif hingga Rp157,65 triliun.
Teuku Riefky menambahkan, usulan program dan anggaran Kemenekraf Tahun 2027 disusun selaras dengan tema RKP 2027, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.”
Melalui penguatan talenta kreatif, kreativitas berbasis kekayaan intelektual (IP), penciptaan lapangan kerja, pengembangan desa dan daerah, serta peningkatan daya saing produk nasional, sektor ekonomi kreatif diharapkan menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pimpinan Komisi VII DPR RI menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya Kemenekraf dalam memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Komisi VII juga mengingatkan pentingnya penyusunan program yang terukur, tepat sasaran, dan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yakin anggota Komisi VII akan mendukung program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Terkait Desa Kreatif, yang penting adalah data dan implementasinya jelas meskipun beririsan dengan program lain seperti Desa Wisata.
“Saya juga mengapresiasi keterbukaan Menteri Ekraf terhadap berbagai masukan sehingga arah kebijakan yang disusun sudah berada di jalur yang tepat untuk memperkuat ekonomi kreatif Indonesia sebagai instrumen soft power yang semakin berdaya saing,” ujarnya.
Hasil rapat mencatat bahwa Komisi VII DPR RI menerima dan mendalami usulan program serta kebutuhan anggaran yang disampaikan Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari proses pembahasan RKA-K/L Tahun Anggaran 2027. (hms/smr)





