Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan target pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sebesar Rp70 triliun secara nasional, termasuk BAZNAS provinsi dan kota/Kabupaten, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia guna memperluas manfaat bagi umat.
Semarak.co – Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI H. Sodik Mudjahid dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 yang mengusung tema Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, 13–15 Oktober 2026, Selasa sore (13/10).
Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 dihadiri Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Yusril Ihza Mahendra, Menteri Agama Prof. KH. Nasaruddin Umar.
Kemudian Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar, dan seluruh pengurus Baznas dan LAZ Kabupaten/Kota/Provinsi.
Ketua Baznas Sodik mengatakan, target tersebut sekaligus menjadi arah bagi seluruh pengelola zakat di Indonesia untuk memperkuat penghimpunan dan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berdampak luas.
“Sesuai Rencana Strategis BAZNAS 2026 hingga 2031, pada tahun 2027 kami menargetkan pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara nasional sebesar Rp70 triliun,” jelas Sodik dirilis humas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Selasa malam (13/10).
Target ini hanya dapat dicapai bila seluruh BAZNAS daerah bergerak bersama, lanjut Sodik, didukung pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta lembaga amil zakat mitra. Dengan arahan Ketua MPR tadi, serta dukungan Presiden Prabowo Subianto seperti yang selama ini diberikan kepada BAZNAS.
“Kerja keras dan kerja cerdas, kita semua yakin BAZNAS dapat menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan bangsa. Setiap penerima manfaat adalah saudara kita yang sedang kita bantu bangkit, dari mustahik menjadi muzaki,” kata Sodik.
Rakornas BAZNAS 2026 diikuti perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, dengan jumlah peserta sekitar 1.300 orang. Rangkaian acara diisi dua sesi, y aitu Zakat Strategic Talks bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman.
Lalu Wakil Ketua DPR RI Prof. H. Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Menteri Investasi dan Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Pada Kamis, 15 Oktober, Rakornas BAZNAS 2026 akan ditutup dengan pembacaan Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa.
Dilanjutkan dengan pengumuman Grand BAZNAS Awards 2026. Resolusi tersebut, bersama strategi yang disepakati di setiap komisi, adalah hasil utama yang kami targetkan dari Rakornas ini. Hadir juga dalam pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Wakil Ketua BAZNAS RI H. Zainut Tauhid Sa’adi.
Lalu Pimpinan BAZNAS RI H. Syarifuddin, Hj. Neyla Saida Anwar, Hj. Saidah Sakwan, Mokhamad Mahdum, H. Rizaludin Kurniawan, H. Idy Muzayyad, serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. H. Abu Rokhmad, H. Agus Fatoni, dan Mochamad Agus Rofiudin, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar.
Kemudian ada Ketua BAZNAS RI Periode 2020-2025 Prof. KH. Noor Achmad dan Kepala BPKH Fadlul Imansyah, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria yang juga ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). (hms/bmc/smr)





