Perkenalkan Konsep Character Before Authority, Datuk Seri Panglima Salleh Said Keruak Isi Kuliah Umum Dies Natalis ke-15 Tanri Abeng University

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-15 Tanri Abeng University, universitas menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Kepemimpinan Berbasis Karakter dalam Dunia Digital yang Saling Terhubung dengan menghadirkan Datuk Seri Panglima Salleh Said Keruak, Mantan Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia, sebagai pembicara utama. Foto: dok humas

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-15 Tanri Abeng University, universitas menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Kepemimpinan Berbasis Karakter dalam Dunia Digital yang Saling Terhubung.

Semarak.co – Kegiatan ini menghadirkan Datuk Seri Panglima Salleh Said Keruak, Mantan Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia, sebagai pembicara utama. Kuliah umum ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan akademik dalam perayaan Dies Natalis ke-15 Tanri Abeng University.

Bacaan Lainnya

Yang mengangkat semangat refleksi perjalanan institusi sekaligus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.

Dalam pemaparannya, Salleh Said Keruak menyoroti bagaimana perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi serta cara masyarakat membangun kepercayaan terhadap seorang pemimpin.

Ia menjelaskan bahwa di era digital yang semakin transparan dan saling terhubung, kepemimpinan tidak lagi hanya ditentukan oleh jabatan atau kekuasaan formal, melainkan oleh karakter, integritas, serta konsistensi moral seorang pemimpin.

Ia memperkenalkan konsep Character Before Authority, yang menekankan bahwa karakter harus dibangun terlebih dahulu sebelum seseorang menjalankan otoritas. Menurutnya, otoritas merupakan bentuk legitimasi yang diberikan oleh orang lain.

Sementara karakter terbentuk dari nilai, pengalaman, integritas, dan tanggung jawab pribadi. Ia juga membahas berbagai tantangan etika dalam kepemimpinan digital, seperti manipulasi informasi, isu privasi, hingga tuntutan transparansi yang semakin tinggi di ruang publik.

Dalam dunia digital yang serba cepat, informasi dapat dengan mudah tersebar dan memengaruhi opini masyarakat. Oleh karena itu, pemimpin dituntut untuk mampu mengelola informasi secara bijak serta menjaga kepercayaan publik.

Selain itu, fenomena budaya reaktif di media sosial juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemimpin saat ini. Dalam situasi di mana opini publik dapat berubah dengan sangat cepat, seorang pemimpin perlu memiliki karakter yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan opini sesaat.

Dalam kesempatan tersebut, Salleh Said Keruak juga menekankan pentingnya pengalaman dalam membentuk karakter kepemimpinan. Menurutnya, pengalaman hidup, baik keberhasilan maupun kegagalan, merupakan proses pembelajaran yang membentuk kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.

Diskusi berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa. Para peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kepemimpinan di era digital, etika komunikasi publik, serta strategi membangun reputasi dan kepercayaan di tengah derasnya arus informasi.

Melalui kegiatan ini, Tanri Abeng University kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Perayaan Dies Natalis ke-15 menjadi momentum penting bagi universitas untuk terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan.

Utama yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, integritas, dan kewirausahaan. Dengan semangat perjalanan 15 tahun, Tanri Abeng University berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, tanggung jawab sosial, serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan global yang cepat. (hms/smr)

Pos terkait