Pedih! Kiper Italia Donnarumma 3 Kali Ikut Playoff, 3 Kali Gagal ke Piala Dunia

Nasib penjaga gawang Tim Nasional Italia, Gianluigi Donnarumma memang nahas. Betapa tidak. Sepanjang kariernya memerkuat timnas negeri Pizza, telah 3 kali ikut Playoff, 3 kali pula gagal ke Piala Dunia. Piala Dunia 2026 ini pun ia mengalami hal serupa.

Semarak.co Di sepanjang kariernya sebagai kiper utama dan kapten timnas Italia, Gianluigi Donnarumma ternyata belum pernah tampil sama sekali di ajang bergengsi Piala Dunia. Yang terbaru, Gli Azzuri disingkirkan pendatang baru Boznia Herzegovina di babak playoff.

Kenyataan pahit tersebut membuat Donnarumma amat terpukul karena kembali gagal membawa negaranya ke Piala Dunia 2026. Padahal, Donnarumma tampil impresif menggagalkan sejumlah peluang milik Bosnia-Herzegovina.

Dalam final playoff Piala Dunia 2026 di Zenica pada Rabu (1/4/2026) WIB lalu, lagi-lagi sang juara dunia 4 kali ajang World Cup, Italia kembali gagal setelah bermain dengan 10 orang karena kartu merah yang diberikan wasit kepada Alessandro Bastoni.

Namun segala upaya Donnarumma menjadi sia-sia karena ia gagal menyelamatkan satu pun penalti Bosnia dalam babak tos-tosan. Empat penendang lawan sukses menjalankan tugasnya, sementara dua penendang Italia gagal. Gli Azzurri pun kalah 1-4 setelah bermain 1-1 selama 120 menit.

Ini menjadi kekalahan ketiga Italia di babak playoff Piala Dunia, membuat mereka kembali harus absen di ajang bergengsi yang pernah membawa nama Italia harum di 4 kali turnamen. Ironisnya, Donnarumma selalu menjadi bagian dari tiga hasil tragis tersebut.

Sewaktu kalah dari Makedonia Utara pada 2022, kiper utama Manchester City itu sudah menjadi kiper utama seperti 2026. Sedangkan pada 2018, ia duduk di bench menjadi deputi Gianluigi Buffon sewaktu Italia disingkirkan Swedia.

“Setelah pertandingan (melawan Bosnia Herzegovina), saya menangis. Saya menangis karena kecewa tidak mampu membawa Italia ke tempat yang seharusnya,” tulis Donnarumma di media sosial, dikutip ESPN dan dilansir Detik.com (3/4/2026).

“Saya menangis karena kesedihan luar biasa yang saya rasakan, bersama seluruh tim Azzurri, yang saya bangga menjadi kaptennya, dan saya tahu Anda, para penggemar tim nasional, juga merasakannya,” ujar Donnarumma terbata-bata.

Sebagai kiper, Donnarumma jelas kecewa berat. “Kita harus menemukan keberanian untuk membuka lembaran baru, sekali lagi. Dan untuk melakukannya membutuhkan banyak kekuatan, semangat dan keyakinan.”

“Selalu percaya; inilah kekuatan yang mendorong untuk terus maju. Karena hidup memberi penghargaan kepada mereka yang memberikan segalanya, tanpa menahan diri. Dan di sinilah kita harus memulai lagi. Bersama. Sekali lagi. Untuk membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya,” tegasnya.

Donnarumma telah memerkuat timnas Italia sejak berusia 17 tahun pada 2016. Ia masih 15 tahun saat negaranya terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 2014. Jika bisa membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2030, ia akan berusia 31 tahun saat itu. (net/dc/espn/kim/smr)

Pos terkait