Beredarnya video pembakaran patung Baal oleh sekelompok demostran di Iran dikecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai tindakan serangan keyakinan dan sejarah yahudi. Pembakaran itu dianggap sebagai melampaui protes biasa dan deklarasi perang.
Semarak.co – Netanyahu mengeluarkan pernyataan tegas menyusul video yang beredar menunjukkan sekelompok demonstran di Iran membakar patung Baal, sebuah simbol yang oleh sebagian pihak dilihat sebagai representasi paganisme kuno, seperti dilansir Arrahmah.id dari BBC (15/2/2026).
Namun oleh pengkritik dipolitisasi dalam konteks anti-Zionisme. Netanyahu mengecam tindakan itu sebagai serangan terhadap keyakinan dan sejarah Yahudi, menilai pembakaran tersebut melampaui protes biasa dan menunjukkan ketegangan yang semakin berbahaya di kawasan.
Pernyataan itu muncul di tengah gelombang protes di Iran yang dipicu beragam isu domestik termasuk ekonomi dan kebijakan pemerintah dan sering kali mengambil bentuk simbolik terhadap simbol-simbol yang dianggap berasosiasi dengan Barat atau “penindasan,” tanpa jelas konteks historisnya.
Menurut Reuters, pemerintah Israel memandang itu sebagai bagian dari retorika anti-Israel yang meningkat di wilayah itu, pejabat Iran kadang memakai simbolisme budaya atau sejarah secara provokatif dalam pidato dan demonstrasi populis, termasuk merujuk pada simbol-simbol yang dianggap sensitif oleh komunitas Yahudi.
Namun, analis Timur Tengah mengatakan, patung Baal sebenarnya adalah figur mitologis kuno yang terkait dengan praktik keagamaan kuno di sejumlah wilayah di Timur Tengah dan pembakaran oleh demonstran lebih tepat dilihat sebagai ekspresi protes domestik di Iran.
Ekspresi protes domestik oleh para demonstran di Iran terhadap simbol yang mereka tafsirkan sebagai representasi kekuatan asing atau elit yang mereka tolak, bukan sebagai tindakan resmi negara. Itu yang disalahpahami oleh Israel.
Aksi tersebut lalu dimasukkan dalam narasi internasional sebagai provokasi terhadap bangsa Zionis Israel dan simbol-simbol sekte Yahudi, terutama setelah pejabat Israel menilai tindakan tersebut sebagai manuver politik.
Para pengamat menyatakan bahwa peristiwa semacam itu harus dibaca dalam konteks ketegangan politik internal Iran dan hubungan tegang Teheran–Tel Aviv yang telah berlangsung lama, daripada langsung dipandang sebagai deklarasi perang formal.
Reaksi dari pihak Iran sendiri tidak secara resmi menyatakan bahwa pembakaran patung itu ditujukan sebagai serangan terhadap Israel; pernyataan pemerintah Iran justru menekankan bahwa protes tersebut adalah bagian dari dinamika politik domestik.
Selain sebagai ungkapan dan dinamika politik domestik, juga sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan luar negeri Barat, termasuk Amerika Serikat sekaligus kritik terhadap Israel sebagai bagian dari kebijakan regionalnya. (net/aid/bbc/rts/kim/smr)






