Negara Paman Sam Amerika Serikat (AS) sejauh ini telah menghabiskan sekitar 25 miliar dolar AS dalam perangnya melawan Iran, kata seorang pejabat senior Pentagon kepada anggota parlemen di Capitol Hill pada Rabu (29/4/2026).
Semarak.co – Pelaksana tugas pengawas keuangan Pentagon, Jules Hurst, menyampaikan komentar tersebut selama sidang dengan Komite Angkatan Bersenjata DPR (HASC). Perang gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang dijuluki “Operasi Epic Fury”, dimulai sejak tanggal 28 Februari 2026 lalu.
“Sebagian besar dana tersebut untuk amunisi… Sebagian dari itu jelas untuk O&M dan penggantian peralatan,” kata Hurst selama sidang untuk membahas permintaan anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2027, seperti dilansir Arrahmah.id dari Al Arabiya (30/4/2026).
Sementara Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membela perang melawan Iran. Ia mengatakan bahwa itu bukanlah rawa dan menyerang anggota parlemen Demokrat dengan kalimat “tidak becus” karena mengritik konflik yang tidak populer tersebut.
Hegseth memberikan kesaksian di hadapan Kongres untuk pertama kalinya sejak AS dan Israel melancarkan perang. Kepala Pentagon menolak pertanyaan tentang biaya perang, dengan mengatakan: “Pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada komite ini, berapa nilainya untuk memastikan Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir?”
Popularitas Presiden AS Donald Trump telah merosot tajam sejak konflik dimulai dan hanya 34% warga Amerika yang menyetujui konflik AS dengan Iran, turun dari 36% pada pertengahan April dan 38% pada pertengahan Maret 2026 menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.
Partai Demokrat bahkan menghujani Hegseth dengan pertanyaan tentang konflik yang tak berujung ini, dengan Anggota Kongres John Garamendi dari California menyebutnya sebagai “rawa” dan “bencana politik dan ekonomi di setiap tingkatan.” (net/aid/aa/rts/ips/kim/smr)





