Pastikan Tepat Sasaran, BKKBN Sultra Pantau Penyaluran MBG 3B di Desa Cialam Jaya

BKKBN Sulawesi Tenggara terus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran berjalan tepat sasaran. Salah satunya melalui monitoring dan evaluasi.

BKKBN Sulawesi Tenggara terus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran berjalan tepat sasaran. Salah satunya melalui monitoring dan evaluasi penyaluran MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD (3B) di Desa Cialam Jaya Konawe Selatan.

Semarak.co – Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga, KIE, Advokasi dan Kehumasan (HALAKIEMAS) Mujahidin menyatakan, tujuan monitoring untuk memastikan kualitas, ketepatan sasaran, serta kelancaran distribusi paket MBG 3B kepada keluarga berisiko stunting (KRS).

Bacaan Lainnya

“Perwakilan BKKBN Sultra bersama Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta kader KB berdialog langsung dengan penerima manfaat,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Rabu pagi (14/1/2026).

Berdasarkan data hasil pendampingan di Desa Cialam Jaya, jumlah sasaran penerima MBG 3B sebanyak 189 orang, terdiri dari 18 ibu hamil, 35 ibu menyusui, dan 136 balita non-PAUD. Seluruh sasaran telah terdata dalam data KRS by name by address BKKBN dan menjadi prioritas intervensi gizi untuk penurunan stunting.

Mujahidin menyatakan, program MBG merupakan strategi intervensi dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting. “Program MBG ini tidak hanya memastikan asupan gizi bagi ibu dan anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi gizi keluarga. Karena itu, kami memastikan distribusinya tepat sasaran dan sesuai standar gizi,” ujarnya.

Dalam monitoring tersebut, tim juga mengecek komposisi menu MBG 3B yang disalurkan. Paket MBG yang diberikan mengandung sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah, yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Bila distribusi terlambat sore hari dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mohon di koordinasikan kembali. Terutama saat kondisi cuaca tidak menentu, apakah masih layak atau tidak. Kalau ada potensi basi, dikembalikan saja,” paparnya. (hms/smr)

Pos terkait