Menekraf Riefky Dukung Film Nobody Loves Kay, Dorong Narasi Positif Atlet Esports

Menekraf Teuku Riefky Harsya saat audiensi dengan Folago Pictures.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) mendukung film Nobody Loves Kay persembahan Folago Pictures. Menekraf Teuku Riefky Harsya, menilai film ini sangat relevan dengan industri kreatif yang mengangkat kisah atlet esports.

Semarak.co – Menekraf saat audiensi dengan Folago Pictures, menyatakan film Nobody Loves Kay menghadirkan perspektif yang relevan dengan perkembangan zaman. Mimpi atau profesi yang dipilih generasi muda semakin bervariasi, termasuk menjadi content creator, pengembang gim, hingga atlet esports profesional.

Bacaan Lainnya

“Kuncinya harus berani dengan pilihan hidup dan percaya diri atas apa yang ingin dicapai,” ucap Menekraf Riefky, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf siaran Pers, Rabu (3/6/2026).

Pembahasan mencakup kolaborasi promosi, penayangan ke berbagai platform, dan dukungan bagi subsektor film maupun gim secara berkelanjutan. Riefky menekankan bahwa kedua subsektor tersebut menjadi bagian penting dari industri kreatif yang membuka peluang profesi baru atau lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda.

Menekraf menilai bahwa narasi dalam suatu film begitu penting untuk membangun pemahaman yang lebih luas mengenai transformasi dunia kerja dan peluang ekonomi kreatif di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, inisiasi kolaborasi promosi dan penguatan ekosistem film nasional melalui berbagai jejaring mitra strategis, termasuk komunitas gim dan platform promosi lain juga dibahas sebagai upaya meningkatkan jangkauan audiens.

“Kita perlu menghadirkan lebih banyak cerita yang mampu menjembatani pemahaman antara generasi muda dan orang tua. Film Nobody Loves Kay akan menunjukkan potensi industri kreatif Indonesia di balik subsektor gim, ada atlet esports yang berjuang untuk mencapai kesuksesan,” jelasnya.

Film Nobody Loves Kay akan tayang serentak di bioskop mulai 4 Juni 2026. Terinspirasi dari kisah nyata seorang pemain esports profesional yang tumbuh dari kondisi ekonomi terbatas, film ini tak hanya menyasar penonton dari komunitas esports, tetapi juga orang tua mengenai potensi karier dan profesionalisme profesi atlet esports dalam industri gim.

Faisal Hibatullah sebagai produser film menyatakan, Folago Pictures ingin menghadirkan cerita tentang perjuangan dan harapan bermimpi tentang struggle-nya seorang pro player e-sport. Sosok anak muda tersebut berusaha mengubah hidup melalui passion yang mereka yakini.

“Kami berharap film Nobody Loves Kay bisa membuka ruang dialog yang lebih positif antara orang tua dan anak mengenai masa depan profesi di era digital,” sambung Faisal Hibatullah.

Dia berharap kerja sama bukan hanya untuk subsektor film saja, tetapi banyak hal terkait ekonomi kreatif yang bisa dilakukan sehingga masing-masing pihak punya timbal balik yang sama untuk memajukan ekonomi kreatif Indonesia.

“Folago punya Folaplay sebagai OTT yang akan menayangkan ribuan film untuk memberi hiburan yang menarik dan affordable bagi masyarakat, termasuk konten Piala Dunia 2026,” tambah Zhafran Solichin sebagai salah satu produser film Nobody Loves Kay. (hms/smr)

 

Pos terkait