Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Muktamar XXIII Pengurus Besar (PB) Alwashliyah Prof. H. Deding Ishak mengatakan, pihaknya akan memperkuat sinergi dengan Badan Amil Nasional (BAZNAS) dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
Semarak.co – Hal tersebut disampaikan Prof. Deding saat beraudiensi dengan para pimpinan BAZNAS di kantor Baznas Pusat, kawasan Matraman Raya, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026). Audiensi dimaksud mengundang BAZNAS jadi pembicara tamu pada helatan akbar 5 tahunan yang akan digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 7-10 Juli 2026.
“Alhamdulillah Pimpinan BAZNAS menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam Muktamar XXIII yang akan kita gelar di Asrama Haji Pondok Gede bulan Juli 2026,” ujar Prof. Deding usai audiensi seperti dilansir parahyangan-post.com/28 Jun 2026, 05:28:16 WIB melalui laman google.co.id, Minggu (28/6/2026).
Pihaknya mengapresiasi kiprah BAZNAS dalam mengelola dana umat serta menyatakan kesiapan Al Jam’iyatul Washliyah menjalin kerjasama lebih kuat lagi. BAZNAS dipandang sangat kompeten (eligible) dan tepat untuk menjadi dirigen utama dalam konteks pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.
Program-program yang dijalankan BAZNAS, lanjut Prof. Deding, tidak hanya sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam, tetapi juga mendukung agenda pembangunan nasional. Ikut mendamping Prof. Deding Bendahara Umum Al Jam’iyatul Washliyah H. Rijal Naibaho, Sekretaris Jenderal Al Jam’iyatul Washliyah H. Muhammad Razvi Lubis.
Lalu Sekretaris umum SC Muktamar XXIII yang juga Ketua LAZNAS Al Washliyah Syamsir Bastian. Dari Baznas Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, Kepala Bagian Humas BAZNAS Yudhiarma MK, Kepala Bagian Koordinasi dan Harmonisasi BAZNAS RI H. Mohd. Basit A Karim.
Ketua BAZNAS RI H. Sodik Mudjahid menyambut gembira kehadiran Panitia Muktamar ke XXIII Al Jamiyatul Al Washliyah untuk beraudiensi di kantornya. Pentingnya membangun kolaborasi profesional dengan berbagai pilar umat,
Termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam Al Washliyah dan kelompok-kelompok strategis keagamaan lain. Ketua Baznas Sodik pun menyatakan kesediaan pihaknya menghadiri Muktamar XXIII Al Washliyah nanti.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar pendistribusian dana zakat mampu memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat. BAZNAS tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur bantuan (charity), tapi juga menjadi bagian dari gerakan strategis dalam membangun ekonomi Islam yang tumbuh secara adil dan berkelanjutan.
Kesediaan BAZNAS menjadi salah satu pembicara tamu dalam Muktamar ke XXIII Al Washliyah, menambah kepastian jumlah Badan dan Lembaga yang hadir. Sebelumnya (pada hari yang sama) Menteri ATR/BPN Nusron Wahid juga menyatakan kesiapan.
Itu disampaikan saat Ketum Al Washliyah KH. Masyhuril Khamis beraudiensi di kantornya. Hingga, 28 Juni 2026 telah tercatat 5 Menteri Kabinet Merah Putih memastikan kehadirannya, yakni Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Wamenag Romo Syafi’i dan Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjutak. Informasi terbaru dari Sekretariat Panitia Muktamar, peserta yang sudah melakukan registrasi kehadirannya sebanyak 650 orang, berasal dari 38 propinsi (wilayah) di seluruh Indonesia.
Selain itu perwaklian luar Negeri, juga akan ikut meramaikan, seperti dari Inggris, Amerika dan seluruh negara Asean. Bahkan tim kesenian dari Malaysia akan unjuk kebolehan menyemarakkan Muktamar. Muktamar ke XXIII Al Washliyah akan berlangsung pada tanggal 7-10 Juli 2026.
Direncakan akan dihadiri 1400 kader. Peserta yang berhalangan hadir bisa mengikuti via zoom (hibrid). Selain Muktamar Alwashliyah juga akan digelar Muktamar Muslimat Alwashliyah yang waktu dan tempatnya bersamaan. (net/par/smr)





