Sektor pariwisata kembali menunjukkan kontribusi menunjang pertumbuhan ekonomi nasional di Triwulan I Tahun 2026, melalui pertumbuhan aktivitas ekonomi pariwisata yang berhubungan erat dengan kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara.
Semarak.co – Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat menyampaikan “Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata” menyatakan, secara keseluruhan, pencapaian sektor pariwisata pada Maret 2026 merupakan prestasi membanggakan.
“Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan atau meningkat 10,50% dibandingkan dengan Maret 2025 sebesar 984.769 kunjungan,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Siaran Pers Kemenpar2, Sabtu (9/5/2026).
Dalam mengantisipasi menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara akibat situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah, pariwisata Indonesia menerapkan strategi adaptif. Hasilnya, wisatawan mancanegara asal Oseania tumbuh 19,32%, Asia Tenggara tumbuh 18,84%, dan Asia lainnya yang tumbuh 8,03%, pada Maret 2026 secara year-on-year.
BPS juga telah merilis rerata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan atau Average Spending per Arrival (ASPA) untuk Triwulan I 2026 yakni sebesar 1.345,61 dolar AS atau setara dengan Rp22,87 juta (kurs dolar AS ke Rupiah per 31 Maret 2026: Rp16.992). Angka ini menandai pencapaian signifikan dengan pertumbuhan 5,36% secara year-on-year.
“Kementerian Pariwisata akan terus mengupayakan pengembangan produk dan paket wisata yang tepat untuk mengembangkan pariwisata berkualitas yang membawa dampak positif secara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan,” kata Widiyanti.
Sementara dari sisi wisatawan nusantara, tercatat adanya 126,34 juta perjalanan pada Maret 2026 yang meningkat 42,10% dibandingkan Maret 2025. Peningkatan ini utamanya dipicu momen libur Nyepi dan Idul Fitri di Maret 2026, disertai peningkatan konsumsi masyarakat.
“Secara kumulatif Januari-Maret 2026, perjalanan wisatawan nusantara mengalami peningkatan sebesar 13,14% menjadi 319,51 juta perjalanan,” kata Widiyanti.
Kemenpar juga memantau perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri atau wisatawan nasional. Sebanyak 793.158 perjalanan wisatawan nasional tercatat pada Maret 2026, meningkat 36,26% dibandingkan Maret 2025, kemungkinan dipengaruhi oleh momen libur hari raya keagamaan.
Namun, kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 maupun secara kumulatif Januari–Maret 2026 masih melampaui jumlah perjalanan wisatawan nasional dibandingkan dengan periode yang sama 2025.
Pada Maret 2026 tercatat surplus sebesar 0,30 juta kunjungan, sementara periode Januari–Maret 2026 mencatat surplus 0,94 juta kunjungan. Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia.
Ekonomi nasional secara keseluruhan di Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen (year-on-year) yang menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid. Dalam capaian positif tersebut, sektor pariwisata memberikan kontribusi sebesar 4,01-5,00%, sesuai estimasi BPS (data sementara) dan Office of Chief Economist Bank Mandiri.
Sinergitas Kementerian/Lembaga
Berkolaborasi dengan Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kemenpar menerima 483 skema okupasi nasional dari 34 bidang pariwisata.
Skema okupasi ini juga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam rangka percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif, terampil, dan produktif melalui jalur vokasi.
Kemenpar juga hadir menyerahkan penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026 kepada Gubernur Jawa Timur dalam acara Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards. (hms/smr)





