Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat Tundra Meliala menegaskan pentingnya peran media konvergensi yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan publik dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Semarak.co – Menurut Tundra, AMKI hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan publik melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus membangun narasi positif bagi kemajuan daerah.
“Pembangunan tidak akan optimal tanpa keterbukaan informasi dan ekosistem media yang sehat. Karena itu, AMKI berdiri di garis depan memperkuat media yang adaptif terhadap era konvergensi digital, tanpa meninggalkan etika jurnalistik,” ujarnya, pada pelantikan Pengurus AMKI Karawang, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Platform AMKI, Rabu (7/1/2026).
Ia menegaskan bahwa AMKI bersikap independen dan kritis, namun tetap konstruktif. Kritik yang disampaikan media anggota AMKI diarahkan untuk mendorong terwujudnya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.
Tundra memaparkan perjalanan AMKI yang lahir pada 24 Desember 2024. Meski sempat menghadapi proses legalitas, AMKI telah melaksanakan puluhan agenda strategis, termasuk audiensi dengan lembaga tinggi negara seperti Mahkamah Konstitusi, Kemenkopolkam, Kementrian Komdigi, Dewan Pers, dan lainnya.
Selain itu, AMKI Pusat telah menggelar seminar nasional, pelatihan media di sejumlah daerah, serta media gathering bersama Mahkamah Konstitusi yang dihadiri media arus utama nasional.
Tundra menjelaskan bahwa AMKI merupakan organisasi pemilik dan pengelola media konvergensi, bukan organisasi profesi wartawan. AMKI menaungi media elektronik, digital, dan platform media sosial, termasuk skema konten kreator, sebagai bagian dari adaptasi industri media di era digital.
“Konvergensi media bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Media yang mampu mengelola teks, audio, video, dan interaksi digital secara terintegrasi akan bertahan dan dipercaya publik,” katanya.
Ia menambahkan, bahwa banjir informasi di era digital justru menempatkan media konvergensi pada posisi strategis sebagai penyaring, verifikator, dan penyampai informasi yang cepat namun tetap akurat dan bertanggungjawab.
Tundra juga menekankan pentingnya membangun ekosistem media yang kolaboratif, berkelanjutan secara bisnis, serta mendorong literasi media di tengah masyarakat. Menurutnya, konvergensi memberi peluang memperluas jangkauan media tanpa meningkatkan biaya secara signifikan.
“Kami berharap AMKI Karawang menjadi contoh media daerah yang profesional, independen, dan berdaya saing. Jadilah pelopor literasi media dan penjaga demokrasi lokal,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Tundra mengajak seluruh elemen, pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Karawang yang maju, sejahtera, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kedaulatan media lokal di era digital. (hms/smr)





