Ketua Parlemen Republik Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan, Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel kembali mengalami kekalahan dalam kerusuhan teroris baru-baru ini di Iran setelah kegagalan agresi militer gabungan mereka terhadap negara itu pada bulan Juni tahun lalu.
Semarak.co – “Rezim Zionis (Israel) bertujuan untuk melemahkan dan menghancurkan negara-negara Muslim dengan tujuan mendominasi mereka,” kata Qalibaf dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein di Teheran, dilansir Sindonews.com dari Press TV pada 20/1/2026.
Ia menambahkan bahwa strategi utama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah untuk melemahkan kemerdekaan dan kekuatan negara-negara regional wilayah itu serta menabur perselisihan di antara mereka.
Ia memeringatkan, rezim Israel berusaha untuk mendapatkan dukungan AS dan negara-negara Eropa dan mengeksploitasi situasi regional dalam upaya untuk menjadi kekuatan militer dominan di kawasan tersebut.
Rezim Israel, yang didukung oleh AS, melancarkan agresi militer terhadap Iran pada pertengahan Juni 2025, dengan keyakinan bahwa mereka dapat menghancurkan kekuatan Iran di bidang kedirgantaraan, kata anggota parlemen terkemuka itu.
Namun, kata Qalibaf, mereka gagal mencapai tujuan jahat berkat upaya besar Angkatan Bersenjata dan kehati-hatian bangsa Iran. Sejalan dengan tujuan ini, rezim Israel melakukan “perang teroris” lain terhadap Iran selama 10 hari terakhir, didukung Presiden AS Donald Trump.
Presiden Donald Trump secara terbuka berjanji untuk mendukung teroris, “Mereka mengira dapat melakukan aksi teror dari dalam (Iran) dan setelah negara itu tidak stabil, melancarkan serangan militer dari luar,” jelas Qalibaf.
Ia mengatakan, mereka melakukan aksi di Iran dalam kerusuhan baru-baru ini yang jauh lebih keras daripada aktivitas teroris di Suriah dan Irak; namun, pasukan keamanan Iran dengan cepat menangkap para pemimpin mereka.
Ketua Parlemen Iran mendesak negara-negara Muslim terutama negara Islam Timur Tengah dan regional untuk waspada bahkan sedikit saja kemunduran dalam menghadapi rezim Zionis akan berarti melemahnya semua negara Muslim.
Menteri Luar Negeri Irak, di sisi lain, mengatakan kepada sejumlah media Barat, bahwa keamanan wilayah Iran dan negara Irak merupakan bagian yang paling penting dari keamanan seluruh kawasan di wilayah tersebut.
Hussein menekankan pentingnya meningkatkan hubungan Teheran dan Baghdad semua tingkatan. Dalam pertemuan dengan Menlu Irak pada hari Minggu, Menlu Iran Abbas Araghchi mengatakan AS dan Israel bertanggung jawab langsung atas insiden teroris dan kerusuhan di Iran.
Ia menambahkan bahwa ancaman AS untuk menyerang Iran, di tengah aksi terorisme terhadap bangsa Iran, merupakan indikasi jelas bahwa badan keamanan dan intelijen AS dan Israel berkoordinasi dengan para pemimpin perusuh untuk menggoyahkan Iran dan seluruh kawasan.
Diplomat senior Iran tersebut mendesak semua negara di kawasan untuk tetap waspada menghadapi campur tangan jahat dalam urusan internal negara lain. Menlu Irak, di sisi lain, mengatakan, hubungan yang sangat baik antara Teheran dan Baghdad melayani kepentingan bersama mereka.
Ia menambahkan, Irak tidak akan menyia-nyiakan upaya apapun untuk membantu menjaga keamanan dan perdamaian di kawasan tersebut, dan mengatakan semua negara harus tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional. (net/snc/ptv/kim/smr)





