Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan pascabencana di Provinsi Aceh dan Sumatra secara terpadu mulai dari sektor sumber daya air, Bina Marga, Cipta Karya, dan prasarana strategis guna mempercepat pemulihan layanan dasar pascabencana Sumatera.
Semarak.co – Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan infrastruktur pascabencana dilakukan secara simultan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Penanganan ini harus segera kita kerjakan bersama-sama dan serentak supaya pemulihan bisa berjalan lebih cepat.
“Hal ini sesuai dengan dengan arahan presiden, tidak boleh ada satu pun kabupaten dan kota yang terisolir,” ujar Dody pada Pemancangan Pertama Jembatan Permanen Krueng Tingkeum, Bireuen, Aceh, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Kamis (22/1/2026).
Pada sektor Sumber Daya Air, Kementerian PU memfokuskan penanganan pada pembenahan bendung, pengamanan sungai, dan pengendalian sedimen. Sejumlah bendung terdampak akibat sungai yang melebar dan mendangkal sehingga berpotensi mengganggu suplai air irigasi.
Selain itu, pengendalian sungai dilakukan melalui pembangunan dan penguatan sabo dam di wilayah hulu serta proteksi tanggul untuk mencegah pelebaran sungai yang dapat mengancam permukiman dan infrastruktur di sekitarnya.
“Sementara waktu kita akan menggunakan sumur bor untuk mengalirkan air secara temporary bagi kebutuhan masyarakat. Tetapi di waktu bersamaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan mempercepat proses pembenahan bendung yang terdampak bencana, termasuk dengan intake SPAM,” jelas Dody.
Di sektor Cipta Karya dan Prasarana Strategis, Kementerian PU juga telah melakukan pembersihan bagi sarana fasilitas umum yang terdampak seperti tempat ibadah, sarana kesehatan, sekolah dan lain-lain. Kementerian PU juga membangun fasilitas pelayanan publik berupa puskesmas darurat dan kawasan rumah hunian terpadu.
Puskesmas darurat dibangun modular dan dilengkapi fasilitas pelayanan kesehatan dasar hingga rawat inap, sehingga dapat segera difungsikan untuk melayani masyarakat terdampak. Sementara, kawasan hunian terpadu dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang komunal dan area bermain untuk menunjang aktivitas sosial masyarakat.
Dody menegaskan bahwa seluruh penanganan infrastruktur pascabencana dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Tidak boleh ada wilayah yang terisolir dan tidak boleh ada layanan dasar masyarakat yang terhenti. Kita bangun kembali Aceh dengan lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh terhadap bencana,” pungkasnya.
Kasatgas Percepatan Penanganan Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, Kementerian PU telah siap memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan mengintegrasikan infrastruktur dasar di bidang konektivitas, sumber daya air, hingga sarana prasarana strategis.
“Direktorat Jenderal Bina Marga menerapkan design and build, sementara Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menerapkan desain cepat. Sementara Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Prasarana Strategis menerapkan sesuai kebutuhan,’ ujarnya.
“Seluruh direktorat jenderal telah mengumpulkan data dalam 3 bulan terakhir dan kami akan mengintegrasikan kesiapan kami dalam mencapai build back better,” kata Kasatgas Arie.
Menteri PU Dody Hanggodo Kembali Kunjungi Desa Landuh Aceh Tamiang
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengunjungi Desa Landuh, Aceh Tamiang melihat langsung dampat banjir pada 24 Desember 2025. Dody menyusuri desa yang masih tertutup lumpur dengan membonceng sepeda motor.
Dody menyapa warga dan mendengarkan langsung cerita warga tentang hari-hari sulit pascabencana. Dia mengatakan, percepatan pembersihan, khususnya fasilitas umum menjadi prioritas agar aktivitas dan pelayanan publik masyarakat Aceh Tamiang segera pulih.
Usai berkeliling desa dan menyerap aspirasi masyarakat, Dody langsung memerintahkan unit teknis Kementerian PU bergerak cepat. Alat berat dikirimkan ke lokasi guna membantu pembersihan lumpur, terutama jalan-jalan lingkungan yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
Pada Selasa, 20 Januari 2026, Dody kembali mengunjungi Desa Landuh untuk memastikan penanganan berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hasilnya, pembersihan telah dilakukan secara signifikan, khususnya pada jalan desa yang kini sudah dapat dilalui kembali.
Kepala Desa Landuh Helmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang dilakukan Kementerian PU. Helmi menggambarkan perubahan yang dirasakan warganya, dari kondisi jalan yang sebelumnya tertutup lumpur hingga kini kembali bisa dilalui, sehingga aktivitas masyarakat dan roda ekonomi perlahan mulai bergerak kembali.
Dody menyampaikan pesan keteguhan kepada masyarakat Desa Landuh dan mengajak warga untuk tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan, terus berdoa, serta menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya hadir dan membantu sesuai kewenangan yang dimiliki. (hms/smr)





