Ketua PMI UGM Indra Bastian dalam acara Pelatihan Keterampilan dan Teknik Negosiator Angkatan II secara virtual dari Jogjakarta. Foto: humas ATR/BPN

Penyelesaian masalah pertanahan merupakan salah satu fungsi yang menjadi kewenangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sebab itu, Kementerian ATR/BPN terus berusaha meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan keterampilan dan teknik negosiasi untuk penyelesaian kasus pertanahan secara efektif melalui Pelatihan Keterampilan dan Teknik Negosiator Angkatan II.

semarak.co-Pelatihan berlangsung pada tanggal 11 – 15 Oktober 2021 dan diikuti 21 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di tingkat Pusat dan Provinsi secara daring. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) bersama dengan Pusat Mediasi Indonesia (PMI) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian ATR/BPN Agustyarsyah menjelaskan, tujuan pelatihan keterampilan dan teknik negosiator. Para peserta pelatihan diharapkan dapat memiliki peningkatan kompetensi dan keterampilan dalam teknik bernegosiasi untuk mendukung pelaksanaan mediasi dalam penyelesaian kasus pertanahan yang ada di lapangan.

“Setelah para peserta mengikuti kegitan pelatihan ini, semoga para peserta dapat lebih terampil dalam bernegosiasi dan bisa menjadi modal yang baik dalam rangka memecahkan berbagai persoalan penanganan sengketa pertanahan di lapangan,” ucap Agustyasyah seperti dirilis humas melalui WAGroup Forum Mitra ATR/BPN, Rabu (13/10/2021).

Harapannya, lanjut Agus, ini pun dapat bermanfaat untuk institusi kita dan masyarakat. Menurutnya, keterampilan dan teknik negosiasi dalam penanganan sengketa pertanahan sangat penting, sebagai sebuah langkah nyata atas jawaban terhadap berbagai tantangan dalam permasalahan penyelesaian sengketa pertanahan yang berkembang di lapangan.

“Dalam proses penyelesaian sengketa pertanahan, jika tanpa melakukan negosiasi, komunikasi akan menjadi sebuah hambatan. Maka dari itu, pemahaman keterampilan dan teknik negosiasi sangat penting untuk dapat diimplementasikan dalam penyelesaian sengketa pertanahan,” ujar Agustyarsyah.