Ketegangan keamanan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan rudal yang diarahkan ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menyebabkan sebuah gedung milik perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, mengalami kerusakan.
Semarak.co – Pada hari Ahad, 8 November 2026, pertahanan udara koalisi pimpinan militer pemerintahan kerajaan Arab Saudi berhasil mencegat sejumlah rudal yang diarahkan menuju Riyadh dan wilayah selatan kerajaan tersebut.
Peristiwa tersebut memicu ledakan keras yang terdengar di sejumlah kawasan ibu kota. Pemerintah kemudian mengeluarkan peringatan keamanan kepada masyarakat sebelum menyatakan bahwa situasi berbahaya telah berlalu.
Dilansir Associated Press, Washington Post dan AFP (8/11/2026), menurut Kementerian Energi Arab Saudi, puing-puing akibat upaya serangan menyebabkan kerusakan terbatas pada bangunan administratif milik Saudi Aramco. Tidak ada korban jiwa maupun luka dilaporkan.
Saksi Reuters melaporkan sejumlah jendela pada beberapa lantai gedung Aramco Tower di kawasan King Abdullah Financial District mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memerlihatkan dampak serangan terhadap kawasan bisnis Riyadh.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan pertahanan udaranya mencegat dua rudal balistik yang menuju Riyadh. Koalisi juga melaporkan penghancuran dua rudal jelajah di Riyadh dan wilayah selatan kerajaan tersebut pada hari itu.
Kelompok Houthi Yaman belum segera menyampaikan pernyataan mengenai insiden tersebut. Namun, kelompok itu sebelumnya meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran di wilayah Arab Saudi dalam periode terakhir.
Serangan terbaru berlangsung di tengah memburuknya konflik regional setelah pertempuran antara Amerika Serikat, Israel dan Iran meluas. Ketegangan tersebut turut meningkatkan risiko keamanan di kawasan Teluk di kawasan Timur Tengah.
Hubungan Saudi dan Houthi kembali memburuk setelah gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022 runtuh. Pertempuran kembali meningkat sejak Juli tahun ini, menurut laporan Reuters di tengah konflik regional.
Sehari sebelumnya, otoritas Houthi menyebut serangan udara Saudi di sekitar Sanaa menewaskan sedikitnya 33 orang. Pemerintah Saudi menyatakan sedang menyelidiki laporan tersebut, menurut media internasional dalam perkembangan konflik tersebut.
Perkembangan ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas energi, penerbangan, dan jalur pelayaran di kawasan Teluk. Eskalasi berkepanjangan berpotensi mengganggu stabilitas regional serta pasokan energi dunia secara luas dalam skala global. (net/ap/twp/afp/rts/kim/smr)




