Kemenekraf dan DAYA Indonesia Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekosistem Musik Nasional

Menekraf Teuku Riefky Harsya menerima audiensi DAYA Indonesia, untuk membahas peluang kolaborasi penguatan ekosistem musik nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi DAYA Indonesia, untuk membahas peluang kolaborasi penguatan ekosistem musik nasional, termasuk rencana penyelenggaraan DAYA Music Festival of Indonesia (DMFOI).

Semarak.co – Menurut Menekraf Teuku Riefky, festival musik memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif sekaligus membuka lapangan kerja bagi talenta muda.

Bacaan Lainnya

“Lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif terbuka jauh lebih lebar. Kegiatan seperti festival musik dapat menyerap talenta kreatif dan membentuk ekosistem yang memperkuat kontribusi subsektor musik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Sabtu (7/3/2026).

Riefky menambahkan, Kemenekraf terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kesamaan visi dalam mengembangkan industri kreatif termasuk melalui penyelenggaraan festival musik.

“Kementerian Ekraf sangat terbuka untuk kolaborasi apalagi kita punya semangat yang sama. Hal penting yaitu bagaimana dengan segala keterbatasan yang ada, kita bisa mencari titik temu supaya kegiatan seperti festival musik tetap bisa berjalan dan memberikan dampak bagi industri kreatif Indonesia,” tegasnya.

DAYA Music Festival of Indonesia (DMFOI) merupakan platform nasional dan internasional terintegrasi yang menggabungkan dialog, pameran, dan festival musik untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia. Menurut

Principal of DAYA Indonesia Performing Arts Academy Indonesia, Tjut Nyak Deviana Daudsjah memaparkan konsep DMFOI yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga mengedepankan unsur edukasi, pengembangan talenta seni pertunjukan, dan kolaborasi internasional.

DMFOI diharapkan bisa menjadi wadah bagi musisi dan pegiat industri kreatif untuk bertukar pengetahuan, memperluas jejaring, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis musik.

“Singkatnya, festival musik yang ingin kami buat tentu untuk memajukan ekosistem musik. Salah satu komponen dari festival musik tersebut yaitu dialog yang maksudnya menjadi momen saling tukar pikiran antara pegiat musik Indonesia dengan pakar bidang musik dari berbagai negara,” ucap Tjut Nyak Deviana.

Indonesia dinilai memiliki populasi kreatif muda yang banyak, warisan musik tradisional yang kaya, industri musik modern yang terus tumbuh, dan minat global yang meningkat terhadap budaya dari Sabang sampai Merauke.

Diinisiasi oleh DAYA Indonesia Performing Arts Academy, DMFOI siap menjembatani pendidikan industri, pelestarian budaya, serta manufaktur alat musik dalam satu arsitektur festival yang terpadu. (hms/smr)

Pos terkait