Kemenekraf Apresiasi Pipilaka Calling, Bawa Pesan Sosial Lewat Pameran Interaktif

Pipilaka Calling berlangsung 15 Desember 2025 hingga 8 Maret 2026 di Gedung Sarinah Thamrin Jakarta.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan, pameran Pipilaka Calling yang menampilkan Intellectual Property (IP) lokal, sangat direkomendasikan karena  membawa pesan dan lingkungan dengan memanfaatkan teknologi.

Semarak.co – Dia mengaku kagum saat mengunjungi Pipilaka Calling yang digelar di Gedung Sarinah Thamrin, sebagai art exhibition IP Pipilaka yang digabungkan dengan teknologi dan pesan-pesan moral untuk lintas generasi.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat merekomendasi untuk anak-anak Indonesia bisa melihat imersif yang dikombinasikan dengan entertainment, interaktif audio visual, nyanyi bareng, dan cerita-cerita tentang kepedulian lingkungan yang begitu menyenangkan,” ungkap Riefky, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Kamis (22/1/2026).

Pipilaka Calling menampilkan lima ruang pamer interaktif dan edukatif dengan penawaran unik. Setiap pengunjung diajak masuk ke dunia Pipilaka yang menghadirkan IP karakter dengan peran sebagai storyteller (pencerita) untuk mengajak audiens merefleksikan berbagai isu sosial dan lingkungan yang relevan terhadap publik.

“Di Sarinah, ada ruang imersif yang mana teman-teman bisa ikut nari, nyanyi, dan foto bersama dengan IP karakter Pipilaka. Tentu lima wahana di Pipilaka Calling bisa membuat semua having fun. Para pengunjung tinggal naik MRT atau bus TransJakarta untuk mengeksplorasi dunia dari Pipilaka,” imbuhnya.

Pipilaka Calling berlangsung 15 Desember 2025 hingga 8 Maret 2026. Dengan konsep pendekatan kreatif dan menyenangkan, para pengunjung diajak lebih peduli lingkungan, menyaksikan immersive concert Pipilaka, mewarnai tokoh-tokoh Pipilaka, hingga mendengar cerita dan berinteraksi langsung di Hutan Pipilaka.

Selain itu, pengunjung juga bisa membeli berbagai koleksi merchandise IP Pipilaka seperti jaket, kaos, tote bag, topi, bantal, keychain, dan produk-produk kreatif lain.

Founder Pipilaka Foundation Wahyadi Liem menyatakan, Pipilaka artinya semut yang mengandung filosofi gotong royong. IP ini tak hanya menghibur, tetapi juga ada pesan positif yang bisa dibawa pengunjung seperti merawat lingkungan.

:Kami memilih Sarinah sebagai ruang imersif yang memang tempat ini menjadi historical building, dekat dengan transportasi publik, dan family friendly,” jelas Wahyadi.

Pipilaka Calling menegaskan filosofi nilai kebersamaan sebagai sikap, semangat, dan wujud kepedulian tulus yang membawa manfaat nyata dengan pengembangan IP secara kolaboratif.

Sebelumnya, instalasi Pipilaka juga pernah hadir di JNM Bloc Yogyakarta (26 Juni – 28 Agustus 2024) dan Road to: Pipilaka Calling di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (14 Desember 2024 – 2 Februari 2025).

“Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa kenal dengan Pipilaka tak hanya sebagai IP yang menghibur, tetapi juga menyampaikan edukasi dari sisi kreativitasnya. Semoga Kementerian Ekraf bisa memberi kami tempat untuk showcase Pipilaka ke berbagai daerah di Indonesia,” harap Eno Sigit, co-founder Pipilaka Foundation. (hms/smr)

 

Pos terkait