Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menandatangani nota kesepahaman tentang tugas dan fungsi di bidang Pembangunan Keluarga dan Pendidikan Dasar dan Menengah di gedung Kemendikdasmen, Soedirman Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).
Semarak.co – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti bertindak menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Pendidikan Dasar dan Menengah.
Penandatanganan ini menjadi langkah awal penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui penguatan peran keluarga dan pendidikan guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda masa depan Indonesia. Melalui kolaborasi ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh remaja saat ini di antaranya kesehatan mental, paparan konten negatif, ketidakpastian masa depan, dan lemahnya peranan keluarga.
Kedua kementerian juga menyepakati perlunya peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik agar mampu menjawab tantangan persoalan kesehatan dan perkembangan zaman. Sebagai tindak lanjut konkret, kedua kementerian akan mengimplementasikan konsep Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) melalui lima pilar strategis.
Yaitu integrasi isu kependudukan ke dalam mata pelajaran reguler, pendirian Pojok Kependudukan, pengaktifan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dengan pendidik sebaya dan konselor sebaya terlatih, pengintegrasian isu kependudukan dalam kegiatan kepramukaan.
Serta layanan pengembangan diri berupa asesmen bakat, perlindungan kesehatan mental, dan pelatihan industri digital. Langkah tersebut disambut positif Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Menurut Mendikdasmen Mu’ti, hal ini selaras dengan upaya Kemendikdasmen membentuk generasi hebat dan tangguh melalui pendidikan remaja dan bimbingan remaja.
“Karena kita semuanya memiliki visi yang sama bahwa masa depan Indonesia ini tergantung dari generasi mudanya, terutama yang sekarang ini sebagai generasi Z dan generasi Alpha ya. Mereka yang masih belajar di bangku pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dirilis humas Kemendikdasmen usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas, Kamis (30/7/2026).
Melalui sinergi ini, harap Mendikdasmen Mu’ti, terbentuk ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menyentuh penguatan karakter dan kesehatan mental siswa di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Mendikdasmen Mu’ti mengatakan implementasi Nota Kesepahaman akan ditindaklanjuti oleh unit teknis di kedua kementerian melalui berbagai program kolaboratif, termasuk penguatan peran guru, pendidikan keluarga, serta pendampingan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
Dengan pendekatan ini, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga terhubung erat dengan lingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui sinergi yang kokoh antara keluarga dan sekolah, Kemendukbangga/BKKBN bersama Kemendikdasmen optimistis dapat melahirkan generasi yang sehat.
Dilanjutkan Mendikdasmen Mu’ti, baik secara fisik dan mental, berkarakter, cerdas, serta berdaya saing. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa sebagai penopang menuju Indonesia Emas 2045.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji memaparkan, sebanyak 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental, di mana 50,2 persen di antaranya telah mengarah pada gangguan kesehatan jiwa. Ia menegaskan bahwa perbaikan negara harus dimulai dari fondasi terkecil yaitu keluarga.
Mendukbangga Wihaji menyampaikan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk membangun kolaborasi lintas kementerian. “Hari ini saya bersama Pak Menteri membahas beberapa kolaborasi yang insyaallah dapat kita kerjakan bersama dalam menyiapkan generasi masa depan Indonesia,” ujar Mendukbangga Wihaji.
Ada banyak irisan program yang bisa kita sinergikan karena pembangunan generasi berkualitas harus dimulai dari keluarga sebagai benteng pertama dan diperkuat melalui sekolah. Masa depan Indonesia sangat bergantung pada generasi muda, terutama Generasi Alpha yang saat ini berada di bangku pendidikan dasar dan menengah.
Karena itu, penguatan kompetensi menjadi keniscayaan, baik dari sisi fisik maupun mental. “Kita perkuat kompetensi yang dituntut, bisa punya ketahanan fisik dan mental. Semuanya tergantung dari generasi mudanya,” imbuh Wihaji dirilis humas Kemendukbangga usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Kamis (30/7/2026).
“Unit terendah di sebuah negara namanya keluarga, jadi kalau mau memperbaiki negara, ayo perbaiki dari yang paling rendah namanya keluarga. Kalau keluarganya baik-baik saja negara akan baik-baik saja apa pun problemnya,” demikian Mendukbangga Wihaji menambahkan. (hms/smr)





