Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menerima audiensi Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru, untuk mengajukan wilayah yang berada di Kecamatan Pinolosian Timur dan Pinolosian Tengah sebagai kawasan trasmigrasi.
Semarak.co – Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) yang diajukan mencakup 20 desa dengan wilayah seluas 32.472, 13 Ha. Iskandar ingin Bolsel khususnya kawasan transmigrasi yang diajukan berkembang sebab di sana menyimpan banyak potensi pertanian dan perikanan.
“Rencana kawasan transmigrasi (RKT) ini sudah kami ajukan sejak 2012. Potensi pertanian kelapa, cengkih, kakao, pala, jagung, padi, dan kopi. Di sektor perikanan ada tuna, cangkalang, tongkol, dan kakap merah,” paparnya, dirilis humas melalui WAGroup ForWaTrans, Kamis (5/2/2026).
Selain itu, di Bolsel juga tersimpan potensi wisata. Sebagai kabupaten yang memiliki garis pantai, wisata bahari, mangrove, dan teluk bisa dikemas menjadi tujuan wisata yang menarik wisatawan. “Bila RKT disetujui, kawasan yang ada kami namakan kawasan transmigrasi Timur Tengah Ideal,” ujar Iskandar.
Nama Timur Tengah diambil dari nama kecamatan Pinolisian Timur dan Pinolisian Tengah. Dari kawasan ini dibangun kawasan yang mandiri, terintegrasi, dan sejahtera untuk masa depan Bolsel.
Viva Yoga menyatakan, program transmigrasi saat ini menjadi model pembangunan di daerah. Banyak bupati ingin daerahnya ada kawasan transmigrasi. “Ada 56 kabupaten yang mengajukan RKT. Selama 2025 ada 61 RKT yang diajukan,” tambahnya.
Dari Sulawesi Utara, kabupaten yang mengusulkan adalah Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, dan Bolsel. Terkait usulan RKT dari Bolsel, Kementrans sudah melakukan analisa kelayakan. “Nilainya 95,20”, ungkapnya.
Nilai ini menunjukan Timur Tengah Ideal layak menjadi kawasan transmigrasi. Mengenai administrasi dan persyaratan teknis akan berproses. Dikatakannya, inti penetapan kawasan transmigrasi ke depannya kawasan itu harus mempunyai nilai tambah dan meningkatkan perekonomian yang sifatnya trickle-down effect.
Komitmen mengembangkan daerah dengan program transmigrasi menjadi tanggung jawab Kementrans dan pemerintah kabupaten. “Kita akan terus mengawal dan membina Timur Tengah Ideal setelah sah ditandatangani oleh Pak Menteri”, paparnya.
Transmigrasi di Sulawesi Utara dilakukan sejak 1953. Di Bolsel yang dulunya masih bagian Kabupaten Bolaang Mongodow, transmigrasi dilakukan pada 1983. “Transmigrasi yang dilakukan pada masa Presiden Sukarno dan Suharto, kawasan tersebut sudah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara,” ujarnya. (ARW)





