Berlokasi di rumah pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Tafure, Ternate Utara, para peserta yang merupakan ibu rumah tangga ini belajar memaksimalkan lahan terbatas di rumah. Foto: internet

Keterbatasan lahan bukanlah halangan. Banyak cara bisa dilakukan untuk membuat kebun sendiri di rumah. Inilah yang membuat Program Kampung Hijau Pertamina menghelat Pelatihan Hidroponik Senin (5/10/2020) bersama Rini, seorang penyuluh Pertanian Pertamina.

semarak.co– Kampung Hijau Pertamina merupakan program CSR (corporate social responsibility) binaan Pertamina DPPU Baabullah bersama Dompet Dhuafa Pendidikan dalam menanamkan budaya berkebun di area rumah dengan memanfaatkan ketersediaan lahan terbatas.

Berlokasi di rumah pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Tafure, Ternate Utara, para peserta yang merupakan ibu rumah tangga ini  belajar memaksimalkan lahan terbatas di rumah.

Rini menyampaikan jika hidroponik bisa menjadi solusi bagi siapa saja yang mau menanam di lahan terbatas dan tanpa tanah sehingga lebih efektif dan efisien. Menurutnya banyak metode bisa dikembangkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Melalui hidroponik kita bisa memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam. Selain untuk melakukan penanaman, juga menjadi salah satu cara meminimalisir sampah tangga,” jelas Rini dalam rilis Humas Dompet Dhuafa, baru-baru ini.

BACA JUGA :  Pertamina Proyeksikan Laba Bersih Turun Jadi USD2,1 M, Wamen BUMN Kenalkan Direksi BUMN Energi

Kampung Hijau Pertamina berkomitmen terus membersamai masyarakat meningkatkan kemandirian dan perekonomian daerahnya, karena itulah pelatihan pengembangan diri terus digalakkan.

“Saya ingin setelah pelatihan ini diadakan, para anggota KWT di Kelurahan Tafure dapat menerapkan ilmu hidroponik di rumah masing-masing dan mengajarkannya kembali kepada masyarakat di lingkungan sekitar agar bisa berdaya bersama,” papar Rini. (net/smr)

LEAVE A REPLY