Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan bersama Yayasan Dompet Dhuafa tanda tangan secara virtual tentang beastudi kuliah online bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Foto: tangkapan layar pada kegiatan tanda tangan nota kesepahaman itu oleh Humas Dompet Dhuafa

Bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri merupakan pilihan yang diambil lantaran minimnya pendidikan dan keahlian. Warga negara Indonesia (WNI) yang melakukan migrasi ke luar negeri banyak mengalami kehilangan kesempatan.

semarak.co– Di antaranya kesempatan belajar dan mengembangkan keahliannya. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pekerja migran Institut Teknologi dan Bisnis  (ITB) Ahmad Dahlan bersama Yayasan Dompet Dhuafa menandatangani kerja sama secara virtual tentang beastudi kuliah online bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta Mukhaer Pakkanna mengatakan, momentum ini yang digunakan untuk membantu migran Indonesia mendapatkan kompetensi berkualitas. Sehingga kelak ketika kembali ke Indonesia, selain membawa modal hasil bekerja di negeri orang, akan menyandang gelar sarjana yang siap berkarya dan berdikari di negeri sendiri.

“Selain mengikuti perkuliahan, pekerja migran yang mengikuti program tersebut akan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kompetensi dan skill diri melalui berbagai pelatihan seperti kursus bahasa asing, pelatihan kewirausahaan, financial literacy, dan lainnya,” ucap Mukhaer dalam rilis Humas Dompet Dhuafa, Rabu (14/10/2020).

BACA JUGA :  Dompet Dhuafa Siapkan Unit Khusus Hingga Program Pengendalian Virus Corona

Program Migrant Worker Scholarship bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi berbasis virtual. Selain mengikuti perkuliahan, peserta perkuliahan menggunakan aplikasi learning management system (e-learning) membuat pembelajaran secara efektif, fleksibel tanpa harus mengganggu waktu bekerja.

Program Kuliah online ITB Ahmad Dahlan ini menggunakan metode pembelajaran blended learning. Menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan menggunakan aplikasi learning management system (e-learning). Memungkinkan setiap pekerja migran dapat mengikuti pembelajaran secara efektif, fleksibel tanpa harus mengganggu waktu bekerja.

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Majidi mengatakan, kerja sama ini, merupakan awal baik dan positif untuk pengembangan pendidikan migran Indonesia di berbagai belahan Dunia. “Dompet Dhuafa terus berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat prasejahtera dan dhuafa,” imbuh Nasyith dalam rilis Dompet Dhuafa ini.

Dengan model yang dikerjakan ITB Ahmad Dahlan, lanjut Nasyith, pihaknya sangat memberikan apresiasi untuk  terobosan model pendidikan yang mudah dijangkau. Banyak yang sudah diraih, namun banyak pula yang harus terus ditingkatkan kualitasnya.

“Membaca program pendidikan Dompet Dhuafa, saatnya bersama-sama secara sistemik dan sistematis, memastikan terwujudnya amanah masyarakat,” imbuh Nasyith.

BACA JUGA :  Peringatan Hari Lahir Pancasila, Menag Berpesan Jaga Kerukunan dan Kegotongroyongan Umat

Dalam dimensi pembangunan Migran Indonesia, kata dia, Dompet Dhuafa melalui program-program berkesinambungan berusaha membangkitkan kembali semangat masyarakat yang nasibnya mengalami keterbatasan ekonomi.

Ikut hadir penandatanganan Wakil Rektor ITB Ahmad Dahlan Bidang Keuangan, SDM, Sarana dan Prasarana Yayat Sujatna, Wakil Rektor ITB Ahmad Dahlan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, AIK, dan Kerjasama, Imal Istimal, Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Yayat Supriyatna, dan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Hongkong Imam Baihaki.

Imam menambahkan, kita perlu mengadakan banyak kolaborasi bersama pihak-pihak terkait untuk memperluas manfaat. Ribuan Pekerja Migran Indonesia di Hongkong telah menerima manfaat Dompet Dhuafa Hongkong mencakup seluruh program, dari program pendidikan, ekonomi, kewirausahaan, advokasi, kesehatan, media, dan kemandirian.

“Selain menyalurkan dana untuk pemberdayaan di Hongkong , DDHK juga menyalurkan bantuan kepada fakir miskin yang ada di Indonesia, di kampung halaman para BMI yang notabene kekurangan,” ucap Imam. (smr)

LEAVE A REPLY