Iran akan Hancurkan Kapal-Kapal Amerika: Trump Ancam Lenyapkan Iran dari Muka Bumi Jika Serang Kapalnya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melenyapkan Iran dari muka bumi jika kapal-kapalnya diserang yang konon dipandu oleh misi “Project Freedom” di Selat Hormuz. Namun, ancaman Trump tak diacuhkan Teheran. Selasa, 5 Mei 2026.

Semarak.co Alih-alih gentar, Iran mengabaikan ancaman itu dengan tetap menyerang kapal-kapal Washington. Koresponden Fox News, Trey Yingst, mengatakan dia telah berbicara dengan Trump selama sekitar 20 menit mengenai situasi dengan Iran. Demikian dilansir Sindonews.com (5/5/2026).

Bacaan Lainnya

Selama percakapan tersebut, Donald Trump membanggakan “Project Freedom” — sebuah upaya militer AS yang bertujuan untuk memandu kapal-kapal perdagangan melewati Selat Hormuz — dan mengeluarkan ancaman keras kepada Teheran.

Menurut Yingst, Trump menyatakan bahwa jika pasukan Iran mencoba menargetkan kapal-kapal AS di Selat Hormuz, “mereka akan lenyap dari muka bumi.” Pada hari Senin, rudal dan drone menyerang kapal-kapal perang AS saat misi “Project Freedom” di Selat Hormuz.

Misi “Project Freedom” yang memicu repons balasan dari militer AS. Insiden ini meluas ketika rudal dan drone Iran juga menyerang Uni Emirat Arab (UEA). Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper mengatakan militer AS telah menangkis serangan drone, rudal dan kapal kecil bersenjata milik Iran di Selat Hormuz.

“Kami telah menembak tujuh kapal kecil atau, seperti yang mereka sebut, kapal ‘cepat’,” kata Presiden Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, media sosial miliknya. Ia menambahkan, Menteri Perang Pete Hegseth akan mengadakan konferensi pers pada hari Selasa (5/5/2026).

Namun, Iran membantah klaim Trump tersebut. Menambah ketegangan, UEA mengatakan telah mencegat rudal jelajah Iran dan menyalahkan serangan drone Iran atas kebakaran besar di situs minyak di Fujairah yang menyebabkan tiga orang dirawat di rumah sakit.

Negara yang terletak di kawasan Teluk tersebut mengeluarkan beberapa peringatan serangan rudal kepada penduduknya untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata antara Washington dan Teheran dimulai 8 April 2026 lalu.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah sebuah kapal tanker minyak milik perusahaan minyak negara Uni Emirat Arab, Abu Dhabi National Oil Co, yang dihantam oleh drone militer Iran dalam insiden terpisah di luar Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan UEA mengatakan pertahanan udaranya telah mencegat 15 rudal dan empat drone yang ditembakkan oleh Iran. Hal ini juga memicu seruan agar AS dan sekutunya, Israel, memperbarui serangan terhadap Iran.

Pembaruan serangan itu setelah kampanye yang sebelumnya telah menghantam ribuan target, menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi lainnya, serta menutup Selat Hormuz yang vital.

Penutupan Selat Hormuz yang menyebabkan harga energi global melonjak. Senator Partai Republik Lindsey Graham mengatakan di X, pilihan Iran untuk menyerang UEA dan kapal kargo lebih dari cukup untuk membenarkan respons yang besar.

Kuat, dan singkat untuk menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada mesin perang Iran. Dalam unggahan di medsos, mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan serangan Iran terhadap UEA sama dengan deklarasi pembaruan perang Iran terhadap sekutu AS-Israel di seluruh wilayah. (net/snc/fn/ts/x/kim/smr)

Pos terkait