Pemerintah Malaysia menyarankan Masjid dan Mushola bersatu bentuk koperasi . foto: internet

Ini di Malaysia, ada perhatian dan keterlibatan aktif dari pemerintah. Memang, kita bisa mandiri dari Mushala Masjid, Yayasan, Baitul Mall di sekitar kita. Maka berdayakanlah dana umat yang selama ini dalam bentuk Kas Masjid yang tersimpan di bank.

semarak.co– Alih kelola memanfaatkan Kas Masjid yang di bank untuk kemanfaatan umat, minimal takmir, pengurus, jamaah sekitar yang aktif untuk modal usaha bergulir, bantuan pendidikan blanan anak Yatim, unit usaha produktif, berdagang, bertani, beternak

Menteri Pengembangan dan Koperasi Pengusaha Malaysia Wan Junaidi menyarankan agar masjid dan mushalla mendirikan koperasi berskala nasional sehingga dapat menghasilkan pendapatan ekonomi sendiri. Menurut dia, pihaknya telah mengkaji saran tersebut dan dalam waktu dekat akan dipresentasikan di tingkat kementerian Malaysia.

“Selanjutnya, kami akan mengajukan proposal untuk mendapatkan umpan balik dan komentar dari kabinet karena melibatkan semua pihak dan kementerian,” ujarn Wan Junaidi kepada wartawan seperti dikutip laman Bernama, kantor berita resmi negara Malaysia, Minggu (19/7/2020).

Namun Wan Junaidi menyampaikan usulannya ini pada Sabtu (18/7/2020) setelah menghadiri program Pengembangan Kapasitas dan Dorongan Koperasi di Kampung Boyan, yang penduduknya rata-rata berasal dari Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Jika usulan tersebut dilaksanakan, kata Wan, masjid dan mushalla tidak perlu lagi bergantung hanya pada bantuan pemerintah. Koperasi tersebut, nilai dia, nantinya akan bisa memberikan manfaat kepada para jamaah.

“Koperasi kecil ini dapat bersatu untuk menjadi koperasi menengah sebelum menjadi koperasi yang cukup besar dengan jumlah anggota yang besar, memberikan manfaat dan pengembalian ke jamaah serta penduduk di sekitarnya,” katanya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan  bertemu dengan Menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia Urusan Agama Zulkifli Mohamad Al-Bakri untuk membahas usulan tersebut, sehingga masjid dan mushalla dapat disatukan dalam sebuah koperasi. Pengembangan koperasi seperti itu penting karena dapat mendorong ekonomi rakyat, terutama dalam membantu usaha kecil dan menengah.

“Melalui koperasi, mereka dapat mengatur sendiri ar-rahnu (pegadaian), pasar grosir dan semacamnya, dan ini tidak hanya akan menyediakan dana untuk masjid dan surau mengelola koperasi, tetapi juga menghasilkan pendapatan untuk jemaah yang terlibat,” tutupnya. (net/smr)

 

sumber: republika.co.id di WA Group Anies For Presiden 2024

LEAVE A REPLY