Indonesia Dilarang Masuk Arab Saudi Lagi Dampak Covid-19, Bisnis Umrah Terancam Bangkrut

Lambang Kerajaan Arab Saudi. foto: internet

Hari Selasa kemarin (2/2/2021) Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan daftar 20 negara yang tidak diperkenankan masuk Saudi termasuk Indonesia. Peraturan baru ini berlaku mulai hari ini Rabu (3/2/2021) pukul 21.00 waktu setempat hingga waktu yang tidak ditentukan.

semarak.co-Ada beberapa pengecualian, yaitu warga Saudi yang akan kembali ke Saudi, diplomat, tenaga Kesehatan dan keluarganya. Adapun negara-negara yang tidak diperkenankan masuk Argentina, Uni Emirat Arab (UEA), Jerman, dan Amerika Serikat (AS).

Bacaan Lainnya

Lalu Indonesia, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugis, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, India, Jepang dan warga negara yang diperbolehkan tapi dalam 14 hari terakhir masuk ke 20 negara yang dilarang.

Padahal Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan menang melawan Covid-19 pada 13 Desember 2020 dengan penurunan konfirmasi Covid-19 hingga rata rata di bawah 150 per hari.

Dengan jumlah sembuh mencapai 90% dan Saudi masuk negara ke 4 paling aman dikunjungi di masa pandemi, akhirnya pada Selasa (2/2/2021) terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat sehingga 310 kasus baru dan 4 meninggal seperti yang diumumkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan dilansir Al Arabiya News.

Akhirnya, kata Al Arabiya News, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengambil langkah ini untuk mengontrol perkembangan Virus Covid-19 dan mencegahnya virus masuk dari luar negara.

Konsulat Jendera RI (KJRI) Jeddah mengimbau warga Indonesia yang telah membeli tiket penerbangan atau lainnya untuk kembali ke Indonesia dalam beberapa hari ke depan agar menghubungi pihak penerbangan/transportasi tersebut untuk memastikan kepastian keberangkatan ke tanah air.

Kepala bidang (Kabid) Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji & Umrah Republik Indonesia (Amphuri) H Zaky Zakaria Anshary sangat prihatin dengan pengumuman ini. Padahal Penyelenggara Umrah atau PPIU sedang semangat-semangatnya promosi program umrah dan menyiapkan keberangkatan umrah.

“Itu setelah Kerajaan Arab Saudi memberikan syarat umur menjadi 18-60 pada 22 Januari 2021 disambut baik PPIU dan masyarakat Muslim karena seperti data Kemenag kalau 52% (30.828) Jamaah waitinglist berumur diatas 50 tahun,” ujar Zaky dalam rilis diterima semarak.co, Rabu (3/2/2021).

Jadi setelah umur meningkat, lanjut Zaky, otomatis volume keberangkatan meningkat bahkan travel PPIU yang sebelumnya kantornya tutup, diawal Februari ini sudah banyak buka.

“Khazzanah Tours sendiri diakhir Februari ini sudah menyiiapkan Program Milad Khazzanah dengan banyak group yang akan diberangkatkan. Tapi karena ditutup kami akan mulai umumkan kepada jamaah regulasi terakhir Arab Saudi,” ujar Zaky, yang juga CEO PT. Khazzanah Al-Anshary.

Kalau melihat awal ditutupnya umrah 27 Februari 2020, kenang Zaky, artinya 27 Februari 2021 nanti genap usaha umrah dan haji selama satu tahun dalam kondisi pandemic. “Kami berharap pemerintah memberikan perhatian ke bidang usaha umrah, haji dan wisata ini untuk membantu dengan berbagai cara,” harap dia.

Karena ditutupnya usaha ini, nilai dia, berdampak pada ribuan perusahaan penyelenggara umrah, haji dan wisata atau PPIU dan PIHK. “Ratusan ribu pegawai perusahaan dan bisa jadi yang terdampak malah jutaan orang sekitarnya, seperti kantor cabang dan agen agen PPIU dan PIHK,” keluhnya.

Kemudian Zaky mencontohkan usahanya Khazzanah Tours yang memiliki 59 kantor cabang dan lebih 150 agen. “Tentu kalau dikali jumlah rata rata PPIU dan PIHK jumlahnya bisa jutaan orang kena dampak,” ulasnya.

Apapun keputusan Saudi Arabia, kata dia, tetap didukung demi kebaikan bersama. “Semoga keputusan ini bisa dicabut segera dan masyarakat Islam yang sudah siap berangkat bisa segera ke tanah suci. Semoga semua ada hikmahnya,” tutupnya. (smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *