Kelompok Houthi membantah tuduhan Arab Saudi bahwa serangan pesawat nirawak pada 29 September 2026 menyasar Gardu Taibah, fasilitas distribusi listrik yang memasok kebutuhan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Semarak.co – Juru bicara militer Houthi menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan dan menilai Saudi gagal membuktikan tuduhan sebelumnya mengenai upaya serangan terhadap Makkah, menurut laporan media yang mengutip sumber Houthi pada Kamis.
Koalisi pimpinan Saudi sebelumnya menyatakan serangan terjadi pukul 05.11 waktu setempat pada Selasa, 29 September 2026, setelah penyelidikan terhadap lokasi dan pemeriksaan puing pesawat nirawak yang digunakan dalam serangan itu berlangsung.
Mayor Jenderal Turki Al-Maliki mengatakan penyelidikan dan bukti yang dikumpulkan otoritas terkait mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam perencanaan serta pelaksanaan serangan terhadap Gardu Taibah, berdasarkan pemeriksaan puing pesawat nirawak.
Menurut koalisi, serangan menyebabkan satu transformator listrik keluar dari layanan, tetapi jaringan kelistrikan secara keseluruhan tidak terdampak sehingga pasokan listrik kepada kawasan Madinah tetap berjalan tanpa gangguan berarti bagi warga.
Al-Maliki menyebut Gardu Taibah merupakan fasilitas sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi di Madinah. Pemerintah Saudi kemudian menyatakan akan terus mengambil langkah untuk melindungi dua masjid suci tersebut dari serangan lanjutan.
Reuters melaporkan bantahan Houthi muncul ketika pertempuran Saudi-Houthi kembali meningkat. Kelompok Syiah yang didukung Iran itu juga mengklaim adanya serangan udara Saudi terhadap sejumlah wilayah Yaman, namun klaim belum seluruhnya diverifikasi secara independen.
Dilansir Reuters, Channel NewsAsia, AFP, Saudi Press Agency, Saudi Gazette dan CNN (2/10/2026), insiden ini menambah ketegangan antara Saudi dan Houthi, setelah periode relatif tenang. Kedua pihak kembali saling menyerang dengan rudal, pesawat nirawak dan serangan udara terbaru di kawasan. (net/rts/cna/afp/spa/sg/cnn/kim/smr)





