Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi ini perlu didukung integrasi data, penyelarasan program, dan koordinasi lintas sektor agar penyaluran zakat serta bantuan pemerintah dapat saling melengkapi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Semarak.co – Demikian Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI sekaligus Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Kemendagri) RI Agus Fatoni dalam Zakat Strategic Talks yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Agus Fatoni menegaskan, BAZNAS dan pemerintah daerah perlu memperkuat sinergi karena memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, integrasi data dan kesamaan sasaran menjadi kunci agar program yang dijalankan kedua pihak dapat berjalan efektif.
“BAZNAS dan pemerintah daerah harus bersama-sama karena tujuannya sama. Sinergi itu wajib. Pemanfaatan satu data dan satu sasaran menjadi kunci agar bantuan yang diberikan pemerintah daerah dan BAZNAS saling melengkapi,” ujar Agus Fatoni saat paparan.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali mengatakan, BAZNAS juga berperan penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Serta prioritas pembangunan nasional, lanjut Pungkas, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, sanitasi, dan pengentasan kemiskinan. BAZNAS ini sangat aktif bersinergi dengan Bappenas dalam integrasi satu data.
“Bapak Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy sangat mendukung BAZNAS.Kami menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus menurun. Saya kira ini merupakan perkembangan yang sangat baik. Angka kemiskinan saat ini sudah mencapai 8,47%, sehingga berada di bawah 10%,” ujar Pungkas.
Peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat juga mendapat perhatian lembaga internasional, seperti UNFPA dan UNICEF, sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pemberdayaan ekonomi. Pungkas menekankan pentingnya penguatan integrasi data muzaki dan mustahik.
Yaitu untuk meningkatkan kontribusi zakat serta memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran. Pemanfaatan data sosial dan ekonomi, menurutnya, dapat membantu BAZNAS mengidentifikasi masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus mencegah tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah.
“Melalui penguatan kolaborasi, integrasi data, dan pemberdayaan berkelanjutan, BAZNAS dapat terus mengembangkan peran zakat sebagai instrumen untuk mendukung pengentasan kemiskinan,” ujar Pungkas dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Rabu malam (14/10).
Diskusi Zakat Strategic Talks mengangkat tema Zakat sebagai Instrumen Strategis Pembangunan Nasional: Memperkuat Sinergi ZIS-DSKL dalam Agenda Pembangunan Indonesia dimoderatori Sekretaris Utama BAZNAS H. Subhan Cholid.
Di bagian lain, tampil Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI (Dirjen Bimas Islam Kemenag) sekaligus Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI, Prof. H. Abu Rokhmad menyebut, BAZNAS sebagai lembaga andalan yang memiliki respons amat cepat dalam membantu masyarakat saat terjadi musibah.
Hal tersebut disampaikan Prof Abu saat menjadi narasumber pada Zakat Strategic Talks yang merupakan rangkaian agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Memaparkan materi bertema Memperkuat Ekosistem Zakat Nasional: Meningkatkan Literasi, Kepatuhan, dan Kepercayaan Masyarakat, Prof Abu menilai BAZNAS memiliki keunggulan fleksibilitas pelayanan dalam menyalurkan bantuan dana sosial keagamaan di lapangan.
“Kita semua merasakan bagaimana teman-teman BAZNAS itu bergerak jauh lebih cepat daripada mesin birokrasi pemerintahan yang kita punya,” jelas Prof Abu dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Rabu (14/10/2026).
Ditambahkan Prof Abu, kehadiran jajaran BAZNAS yang sigap tanpa birokrasi berbelit di lokasi bencana menjadikannya sebagai tumpuan utama pemerintah dan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.
Melalui peran strategis ini, ia berharap BAZNAS dapat terus memperkuat kepercayaan publik sebagai lembaga utama pengelola zakat yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Bapak, Ibu sekarang menjadi andalan yang terus akan disebut ketika ada sesuatu yang di luar kendali kita itu betul-betul terjadi,” ujar Prof Abu Rokhmad dihadapan sekitar 1.300 peserta perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia. (hms/bmc/smr)





