Pertandingan seru antara Brasil kontra Jepang berlangsung dramatis. Etos kerja dan semangat tinggi yang ditampilkan Samurai Biru, rupanya, tidak cukup untuk bisa meredam kegemulaian tarian Samba yang meliuk-liuk indah dan dinamis.
Semarak.co – Brasil berhasil menang dramatis atas Jepang dengan skor 2-1 di babak 16 besar Piala Dunia. Tim favorit juara ini sempat tertinggal 0-1 saat babak pertama berakhir, namun sukses bangkit dan akhirnya memenangi laga yang sangat sulit ini di masa tambahan waktu.
Tim besutan pelatih kepala Carlo Ancelotti pun resmi melaju ke babak perempat final (16 besar). Tim Samba mengalami kesulitan di babak pertama. Di antaranya Vinícius Júnior, yang mencetak empat gol di fase grup dan Matheus Cunha, nyaris tak bisa menembus pertahanan kokoh Jepang.
Peluang emas tak kunjung datang dan serangan Brasil sebagian besar terbatas pada tendangan jarak jauh. Tugas Matheus Cunha dkk tiba-tiba menjadi jauh lebih berat ketika Kaishu Sano mencetak gol ke sudut kiri gawang setelah serangan balik cepat Jepang.
Vinícius Jr terus berusaha keras di sisa-sisa babak pertama berakhir, namun ketertinggalan 0-1 tidak dapat dibalikkan oleh sang juara dunia lima kali tersebut. Pelatih Carlo Ancelotti pun harus memutar otak dan bekerja ekstra keras di jeda babak pertama.
Ancelotti memutuskan untuk memasukkan Endrick ke dalam lapangan, dalam upaya untuk segera kembali ke babak 16 besar. Sementara itu, Neymar Junior sudah melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Namun tak kunjung diturunkan.
Brasil meningkatkan tekanan secara signifikan dan berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan akurat dari jarak dekat oleh Casemiro. Gol penyama kedudukan, dilansir Goal.com (30/6/2026), itu memberi Brasil dorongan semangat besar untuk cepat mengungguli lawannya nan alot.
Lewat aksi individu yang impresif dan apik, tendangan Vinícius membentur tiang gawang, meski ada sentuhan tangan dari kiper Zion Suzuki yang tampil gemilang. Babak akhir di Houston tampak berlangsung menegangkan, dengan para pemain Brasil yang kembali sangat yakin bisa lolos ke babak 16 besar.
Pasukan Samurai Jepang mengincar serangan balik cepat dan Ayase Ueda melepaskan tendangan sangat berbahaya. Ancelotti pun memasukkan Gabriel Martinelli ke lapangan pada pertengahan babak kedua, menggantikan Matheus Cunha.
Brasil tidak ingin laga berlanjut ke extra time dan terus menekan. Jepang harus bertahan habis-habisan di 20 menit terakhir laga yang sangat menghibur. Mereka gagal memertahankan keunggulan, karena pada menit keenam tambahan waktu, Martinelli mencetak gol melalui tiang gawang: 2-1. (net/gc/kim/smr)





