Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong agar hasil bumi dan keringat para petani di desa dikelola dengan semaksimal mungkin untuk dapat merambah ke pasar nasional, bahkan global.
Semarak.co – Menurut Mendes, sejauh ini Kemendes PDT telah banyak melakukan terobosan penting khususnya pada sektor pertanian yang berhasil diekspor ke negara-negara tetangga, bahkan ke Eropa, sehingga dapat menambah nilai tambah para petani setempat.
“Mungkin dari 103 desa itu ada beberapa yang punya potensi diekspor. Ya nanti langsung ke negara tujuan. Selama ini kan petani yang capek, tapi gak dapat duit banyak. Kenapa, karena terlalu banyak tengkulak,” ujarnya, saat bertemu Wali Nagari se-Kabupaten Padang Pariaman, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Kemendesa 2025,Jumat (4/4/2026).
“Jadi di kami ada program desa ekspor yang sudah banyak kami launching, kami lepas ke negara-negara tujuan. Jadi lepas bendera itu langsung dari desa saya itu, bukan dari pelabuhan,” imbuhnya.
Menteri asal Bengkulu Selatan ini menyampaikan, pemerintah pusat menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel oleh pemerintah daerah, terutama dalam merealisasikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa.
Sebab tujuan utama dari bantuan itu adalah agar afirmasi pemerintah pusat ke daerah tidak hilang begitu saja tanpa adanya jejak yang jelas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kemaslahatan masyarakat yang mengelola dan lingkungan di sekitarnya.
“Ini juga akan menjadi legacy Pak Bupati dan Pak DPR RI, dan kita semua. Jadi mohon dengan sangat, sebab kuncinya di kita semua, karena percuma Pak Bupati, Pak DPR keliling pidato program tapi bapak ibu tidak menyambut, tidak mengawal, hilang program itu Pak,” paparnya.
“Misal dikasih bantuan satu miliar, hilang itu Pak kalau tidak dengan hati. Mungkin sekali panen aja setelah dikasih bantuan itu habis itu mati programnya. Tapi kalau dengan hati komitmen jiwa kita lahir batin, itu bisa Pak.” pungkasnya.
Anggota DPR RI FPAN Dapil Sumatera Barat II Arisal Aziz yang juga ikut hadir mengatakan bahwa kehadiran Menteri Desa Yandri Susanto ke Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, banyak hal yang harus didapatkan untuk memperjuangkan keinginan rakyat.
Dalam kunjungannya ke Padang Pariaman itu, Mendes Yandri menyempatkan untuk melakukan Salat Jumat di Masjid Syekh Burhanuddin, dan setelah itu dilanjutkan dengan ziarah ke Makam ulama besar sekaligus penyebar Islam terkemuka di Minangkabau itu. *
Mendes Yandri Serahkan 2 Juta Bibit Kelapa dan Bibit Pinang di Pariaman
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyerahkan dua juta bibit kelapa dan dua juta bibit pinang kepada masyarakat Kampung Sirambang, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (4/4/2026).
Menurut Mendes Yandri, penanaman bibit kelapa dan pinang itu amatlah penting karena merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan, baik dari segi ekonomi, ekologi, maupun dari sisi ketahanan pangan.
“Dua produk ini enak Bapak/Ibu, sekali tanam hampir untuk selama-lamanya. Dua bibit pohon kelapa, bisa ratusan tahun pohonnya itu berbuah. Bisa bermanfaat juga untuk anak-cucu kita. Termasuk pinang. Dan itu bagian dari kelestarian alam kita,” paparnya.
Yandri menjelaskan, tak bosan-bosannya kunjungan kerja ke Sumatera Barat. Pasalnya, Tanah Minang itu adalah wilayah yang melahirkan banyak pemikir dan pendiri bangsa (founding fathers) Republik Indonesia yang berpengaruh. Seperti tokoh terkemuka bernama Muhammad Hatta.
Ia juga banyak mengutip pokok pikiran Hatta yang banyak berpihak pada pembangunan desa dan ekonomi kerakyatan. Pemikiran Hatta tentang desa didasarkan pada prinsip kemajuan ekonomi dan kesetaraan sosial, antara desa dan kota, hingga tegaknya prinsip dasar demokrasi di desa.
“Republik Indonesia hadir berkat tokoh besar dari Sumatera Barat. Salah satunya adalah Bung Hatta, yang punya tagline luar biasa buat desa. Indonesia tidak akan terang dengan obor monas di Jakarta, tetapi Indonesia akan terang dengan lilin-lilin yang menyala di setiap desa,” pungkasnya. (hms/smr)






