1. Suasana Kantor Cabang BNI Hongkong di Far East Financial Center, Admiralty, Hong Kong. Foto: dok humas BNI Syariah

Bank BNI Syariah terus memberikan edukasi dan literasi keuangan syariah untuk para migran Indonesia di Hongkong yang telah menjadi nasabah sejak 2009. Melalui layanan BNI Remittance Ltd (BRL) hingga saat ini, bank pelat merah ini mengklaim, lebih dari 23 ribu pekerja migran Indonesia di Hongkong telah menjadi nasabahnya.

Dalam tujuan memberi pemahaman tentang perbankan syariah dan mengajak berhijrah menggunakan produk syariah, BNI Syariah menyapa lebih dari 500 migran dalam acara Hijrah Dengan Hasanah di Banking Hall BNI Hong Kong, Far East Financial Center, Admiralty, Hong Kong,  Minggu (16/12).

Acara yang diisi materi bagaimana berbisnis sesuai syariah dan mengelola keuangan sehingga diharapkan pendapatan yang diterima para migran dapat dikelola secara effisien dan tepat dihadari Pemimpin BNI Hongkong Wan Andi, Direktur BRL Hongkong Eko Kristianto, Pemimpin Divisi Dana dan Transaksi BNI Syariah Bambang Sutrisno, Ustaz Mufti Syafii, dan CEO Yukbisnis.com Jaya Setiabudi.

Bambang Sutrisno mengatakan, BNI Syariah memfasilitasi para migran dengan cara bekerja sama dengan BRL untuk melayani transaksi pembukaan rekening, pengiriman uang dengan bisnis remittance serta transaksi finansial melalui mobile banking dan ATM yang tersedia di 4 lokasi pelayanan remitansi di Hongkong yaitu Keswick, Yuen Long, Tsuen Wan dan Hung Hom.

“Hongkong dipilih sebagai salah satu perluasan bisnis BNI Syariah dengan pertimbangan sebagai negara dengan penempatan pekerja migran terbesar ketiga setelah Malaysia dan Timur Tengah. Alhamdulillah, para migran antusias dengan kehadiran BNI Syariah terbukti dengan jumlah NoA sebesar 15.778 dengan dana kelolaan tahun 2018 sebesar Rp 24 Miliar,” papar Bambang dalam rilis Humas BNI Syariah, Selasa (18/12).

Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah Bambang Sutrisno menyapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui kegiatan “Hijrah dengan Hasanah” di Banking Hall BNI Hong Kong, Far East Financial Center, Admiralty, Hong Kong, Minggu (16/12). foto: dok humas BNI Syariah

Potensi Hongkong masih banyak yang belum digarap, lanjut Bambang, salah satunya para migran yang butuh edukasi dan fasilitas untuk transaksi finansial. “Kami berharap layanan BNI Syariah bersinergi dengan BNI Induk dapat mempermudah para migran untuk bertransaksi dengan cepat, efisien dan prudent sesuai syariah,” imbuhnya.

Direktur BRL Hongkong Eko Kristianto menjelaskan, BNI terus meningkatkan infrastruktur perbankan dan edukasi untuk meningkatkan jumlah nasabah di Hongkong. “Ke depannya BNI akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk program dompet elektronik,” ucapnya.

Penyetoran uang dapat dilakukan dengan mendatangi empat lokasi pelayanan remitansi, kata dia, dan BNI sudah bekerja sama dengan pihak ketiga yang mempunyai izin untuk penyetoran uang di jaringan ritel seperti Seven Eleven sebanyak 800 gerai di semua Hongkong ditambah dengan jaringan Circle K.

CEO Yukbisnis.com Jaya Setiabudi mengajak para migran untuk mempersiapkan masa depan dengan berbagai skill yang telah dimiliki. “Selain bekerja sebagai migran, diperlukan keahlian berwirausaha untuk mempersiapkan masa depan setelah kepulangan ke Indonesia,” ucapnya.

Dirinya bersama komunitas wirausaha Yukbisnis.com siap memberikan pembekalan agar para migran pulang ke Indonesia siap menjadi wirausaha yang handal dengan modal yang terbatas,” tutupnya. (lin)

LEAVE A REPLY