BAZNAS dan Dubes Palestina Bahas Peta Jalan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

BAZNAS bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari membahas peta jalan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari membahas peta jalan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Gaza dalam pertemuan di Gedung BAZNAS, Jakarta.

Semarak.co – Ketua BAZNAS Noor Achmad atau Kiai Noor menegaskan, kolaborasi strategis ini dilakukan untuk memastikan bantuan bagi rakyat Palestina tersalurkan secara lebih efektif, berkelanjutan, dan menjangkau sektor-sektor krusial.

Bacaan Lainnya

“Komitmen kami untuk membantu Palestina tidak akan pernah surut dan terus kami upayakan berlangsung hingga saat ini tanpa henti. Setiap paket bantuan yang sampai ke tangan mereka kami distribusikan dengan penuh ketulusan,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Senin malam (23/2/2026).

Audiensi menyoroti krisis kemanusiaan yang melanda Gaza sekaligus merumuskan langkah konkret kerja sama antara BAZNAS dan Kedutaan Besar Palestina. Kolaborasi ini dirancang untuk menyasar kebutuhan mendesak, mulai dari pemenuhan logistik pangan hingga penyediaan beasiswa pendidikan bagi pelajar Palestina.

Kiai Noor menegaskan, dukungan bangsa Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan amanah kemanusiaan yang bersifat permanen dan berkelanjutan. Ia menyatakan, BAZNAS berkomitmen menjaga nyala harapan di Gaza melalui penyaluran bantuan yang tidak terputus.

Kiai Noor memaparkan berbagai tantangan logistik dan blokade yang kerap menghambat laju bantuan di Gaza. Melalui koordinasi erat dengan Kedutaan Besar Palestina, diharapkan lahir mekanisme penyaluran yang lebih lancar, termasuk penguatan akses beasiswa bagi pelajar Palestina yang selama ini menghadapi kendala birokrasi.

“Kami akan terus mendistribusikan bantuan yang sering kali dilakukan dengan air mata yang menetes melihat penderitaan saudara-saudara kita di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari mengungkapkan kondisi krisis di Gaza yang dia sebut lebih buruk dari dampak bom nuklir di Jepang. Dari korban yang selamat, sekitar 40 % di antaranya kehilangan anggota tubuh, di mana mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.

“Orang-orang di Gaza kini tidak lagi memiliki rumah, tidak ada kamar tidur, dapur, ruang tamu, bahkan kamar mandi. Mereka telah menghancurkan 85 persen rumah penduduk,” katanya.

Abdalfatah juga menyampaikan salam dari Presiden dan rakyat Palestina kepada masyarakat Indonesia serta mengapresiasi keberpihakan Indonesia terhadap Palestina selama ini.

“Indonesia berdiri di sisi kami dengan sangat kuat. Sejujurnya saya terkejut ketika tiba di sini; dua hari setelah kedatangan, saya bertemu dengan beberapa wanita di hotel. Ketika mereka tahu saya dari Gaza, mereka mulai menangis. Mereka bahkan belum tahu bahwa saya adalah Duta Besar, mereka hanya tahu saya dari Gaza,” kenangnya.

BAZNAS Salurkan Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa bagi warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 H.

Ketua BAZNAS RI  Noor Achmad menyampaikan rasa syukur bantuan dan amanah dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina dapat tersampaikan, salah satunya melalui hidangan berbuka bagi warga Palestina.

“Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa telah dibagikan kepada warga dan jemaah di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa. Hidangan tersebut telah kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi warga setempat,” ujar Kiai Noor.

Kiai Noor mengatakan, situasi kemanusiaan yang belum stabil membuat akses pangan di sejumlah wilayah Palestina menjadi terbatas. Kondisi ini membuat bantuan internasional sangat dibutuhkan, terlebih pada momentum Ramadan ketika kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat.

“Semoga apa yang kita berikan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan kebahagiaan pada bulan Ramadan. BAZNAS mewakili masyarakat Indonesia akan terus hadir untuk memberikan kebahagiaan di masa-masa sulit. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Kiai Noor.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, BAZNAS RI akan terus memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dengan menggandeng mitra kemanusiaan terpercaya yang berada langsung di lapangan. Langkah ini dilakukan agar proses distribusi berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

Kiai Noor berharap, distribusi ribuan hidangan berbuka tersebut dapat membawa manfaat nyata serta menghadirkan harapan bagi warga Palestina dalam menjalani Ramadan di tengah berbagai keterbatasan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. “Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia,” tegasnya. (hms/smr)

Pos terkait