Awal yang Mulus Bagi Alcaraz dan Sabalenka di Australian Open 2026

Dua petenis unggulan di gelanggang kejuaraan tenis dunia Australian Open 2026, Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka. Keduanya mengawali  langkah turnamen mereka dengan kemenangan mulus pada babak pertama.

Semarak.co – Petenis unggulan teratas di sektor putra dan putri Australian Open 2026, Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka, mengawali langkah mereka dengan kemenangan mulus pada babak pertama di Rod Laver Arena, Minggu, 18 Januari 2026.

Sabalenka, peringkat satu dunia WTA, mengempaskan Rakotomanga Rajaonah (Prancis) 6-4, 6-1. Kemenangan ini menjaga peluang petenis Belarus itu untuk menjadi perempuan pertama yang mencapai 4 final Australian Open berturut-turut sejak era Martina Hingis lebih dari 2 dekade lalu.

“Awalnya agak sulit dan saya senang bisa menemukan ritme di akhir set pertama. Setelah itu saya merasa lebih percaya diri,” kata Aryna Sabalenka, seperti dilansir oleh Tempo.co dari Antaranews.com pada hari Senin, 19 Januari 2026.

Pertandingan tersebut disaksikan langsung oleh legenda tenis Roger Federer serta Rod Laver sendiri. Usai pertandingan, Sabalenka bahkan menyempatkan diri berfoto bersama dua figur ikonik tenis masa kini itu di lapangan.

Rakotomanga Rajaonah, yang debutan di babak utama Australian Open, menunjukkan keberanian meski menghadapi lawan peringkat atas. Sebaliknya, Sabalenka sempat terlihat goyah di awal laga, kehilangan servis dan tertinggal 0-1 dari petenis peringkat 118 dunia itu.

Kenangan pahit masih membayangi Aryna Sabalenka di Rod Laver Arena. Pada laga final tahun silam, ia dipaksa harus mengakui keunggulan Madison Keys, yang menggagalkan upayanya meraih gelar ketiga kalinya berturut-turut.

Kekalahan di babak pertama turnamen Grand Slam terakhir kali dialami Aryna Sabalenka, yakni pada enam tahun silam, juga di Melbourne City, saat menghadapi petenis dengan gaya bermain serupa, Carla Suarez Navarro.

Namun kali ini, Sabalenka mampu bangkit, menyamakan kedudukan, lalu mengendalikan permainan hingga menutup pertandingan dalam dua set langsung “Saya tidak terlalu mengenalnya. Bermain melawan pemain muda, kidal, dan belum dikenal selalu sulit,” ujar Sabalenka.

“Saya senang bisa menyelesaikan pertandingan ini dengan straight set,” ujar Sabalenka, dengan wajah semringah. Sementara Alcaraz melangkah ke babak kedua tanpa banyak mengalami kendala dan tekanan.

Petenis peringkat satu dunia ATP itu menundukkan wakil tuan rumah Adam Walton dengan skor 6-3, 7-6 (2), 6-2. Alcaraz berpeluang mencatat sejarah sebagai petenis termuda yang menuntaskan karier Grand Slam tunggal putra.

Setelah sebelumnya mengoleksi gelar French Open, Wimbledon dan US Open. Meski sempat tertinggal satu break pada set kedua, petenis Spanyol itu memastikan kemenangan melalui tiebreak dan tampil dominan pada set penentuan.

“Saya merasa hebat. Adam bermain amat  sangat baik dan memaksa saya bertahan di level tinggi,” kata Carlos Alcaraz dengan nada bangga, “Kesulitan di babak pertama justru bagus sebagai persiapan untuk pertandingan berikutnya.”

Perhatian publik tenis dunia tertuju pada Alcaraz yang tampil di Grand Slam ke-20 di sepanjang kariernya, tak lama setelah pramusim yang diwarnai kabar berakhirnya kerja sama dengan pelatih lamanya, Juan Carlos Ferrero.

Pada babak kedua, petenis Carlos Alcaraz dijadwalkan berlaga menghadapi petenis Jerman Yannick Hanfmann, yang sebelumnya dengan susah payah berhasil menyingkirkan Zachary Svajda dalam empat set. (net/tc/anc/atp/kim/smr)

Pos terkait