Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima audiensi pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Sumsel. Gubernur Herman Deru menyambut baik kehadiran AMKI sekaligus berharap AMKI dapat menjadi wadah untuk penempaan kompetensi jurnalistik
Semarak.co – Dan pendidikan literasi bagi penggiat media sosial dalam mencerdaskan ruang publik. Alhamdulillah, ucap Gubernur Sumsel Herman Deru, AMKI bakal hadir di Provinsi Sumatera Selatan. Semoga bermanfaat bagi pendidikan kompetensi pelaku media, baik di media cetak, elektronik, online.
“Bahkan bagi penggiat media sosial dapat diberikan pendidikan literasi,” ucap Gubernur Herman Deru saat menerima audiensi Ketua AMKI Sumsel Dede Umar yang mengantarkan undangan pelantikan AMKI Sumsel didampingi Wakil Ketua Haikal Fikri dan Kabid Organisasi Agus Srimudin.
Gubernur Herman Deru mengatakan, walaupun media sosial bukan sebagai bagian dari produk jurnalistik, tapi ke depan diharapkan ada literasi bagi penggiat media social itu. Kita berharap AMKI dapat berkontribusi dalam pendidikan kompetensi bagi media mainstream.
“Tetapi juga dapat berkontribusi untuk pendidikan literasi bagi penggiat dunia maya,” ujar Gubernur Herman Deru seperti dirilis humas AMKI Sumsel usai audiensi melalui WAGroup Platform AMKI, Selasa (12/5/2026).
Ketua AMKI Sumsel Dede Umar menyampaikan, pelantikan AMKI Sumsel akan dilaksanakan sekitar pekan ketiga Mei 2026. Pengurus AMKI Sumsel periode 2026-2031 akan dilantik Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala.
“Beliau adalah mantan Ketua Bidang Kerja sama dan Kemitraan PWI Pusat. Insya Allah dalam momen pelantikan seluruh pengurus yang dihadiri tamu undangan dan kalangan kampus nantinya akan dilaunching Kopi Senja, yaitu sarana diskusi AMKI Sumsel dalam menyikapi berbagai persoalan terkini,” ujar Dede Umar.
Selain pengurus AMKI Sumsel, akan dihadirkan 17 ketua AMKI Kabupaten/Kota se-Sumsel sebagai penerima mandat. “Meeka akan membentuk pengurus di Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan. AMKI, lanjut Dede, merupakan asosiasi pemilik media (perusahaan media).
Baik media cetak, elektronik (televisi, radio), online (siber) bahkan podcast dan influencer media sosial. Sejak didirikan AMKI Pusat tahun 2024 lalu, media atau perusahaan pers yang tergabung dalam AMKI sudah sangat banyak baik di tingkat nasional (pusat) maupun hampir seluruh daerah di Indonesia,” katanya.
Sebelumnya, AMKI Sumsel telah beraudiensi dengan Ketua DPRD Sumsel Andi Dinialdie. Andi berharap agar AMKI dapat menjadi wadah bergabungnya perusahaan media (pemilik media) untuk berkontribusi bagi masyarakat. Andi juga berharap agar semua pihak stakeholder dapat menjadi mitra AMKI.
Utamanya dalam mencerdaskan ruang publik di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Indonesia pada umumnya. AMKI berbeda dengan organisasi pers lainnya. Bila PWI adalah wadah bersatunya para wartawan, AMKI merupakan wadah bergabungnya pemilik perusahaan pers (medianya) yang berasal dari berbagai platform, ditambah platform media sosial. (asm/rel/amk/smr)





