Ahli forensik digital Rismon Sianipar melaporkan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait dugaan penyebaran berita bohong, Selasa (15/7/2025).
Semarak.co – “Hal itu terkait dengan video tahun 2017, di mana di saat reuni Fakultas Kehutanan UGM 2017 itu ada dialog antara Pak Kasmudjo dengan Pak Jokowi,” ujar Rismon di Sleman, Yogyakarta, Selasa seperti dikutip dari video YouTube KompasTV.
Rismon memaparkan, waktu itu Kasmudjo diundang ke panggung dan keduanya berdialog. “Dalam dialog tersebut, ada narasi Pak Jokowi bolak-balik dan Pak Kasmudjo galak. Terus ada ucapan juga, terima kasih Pak Kasmudjo, atas bimbingan Bapak, saya bisa menyelesaikan, akhirnya saya bisa menyelesaikan skripsi saya,” imbuhnya.
Saat itu, kata Rismon, jurnalis dan publik pada akhirnya menuliskan Kasmudjo merupakan dosen pembimbing skripsi Jokowi. “Delapan tahun kemudian hal itu berbalik,” celetuk Rismon seperti dilansir kompas.tv melalui laman berita msn.com, Rabu (16/7/2025).
Ia mengatakan, Kasmudjo membantah hal itu. Selain itu, Rismon menyebut, Jokowi juga menyatakan Kasmudjo bukan dosen pembimbing skripsinya, melainkan dosen pembimbing akademik, pada 2025. Rismon menyebut, ia akhirnya bertemu dan mewawancarai Kasmudjo di rumahnya.
“Saya mendapatkan jawaban yang mencengangkan, bahwa Pak Kasmudjo menyatakan di depan saya, bahwa saya, bahwa Pak Kasmudjo, bukan dosen pembimbing akademik maupun bukan pula dosen pembimbing skripsi,” katanya.
Rismon menyebut, dari sanalah pihaknya menduga ada penyebaran berita bohong yang diduga dilakukan Jokowi. “Kami berkeputusan untuk melaporkan hal tersebut di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta karena terkait dengan locus delicti (tempat terjadinya tindak pidana), yaitu terjadi di Universitas Gajah Mada,” tambahnya.
Terkait laporan Rismon ini, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengonfirmasi laporan tersebut sudah diterima pihaknya. “Benar, Saudara Rismon Sianipar bersama pengacaranya mendatangi Polda DIY siang ini. Surat pengaduannya telah diterima oleh piket Ditreskrimsus Polda DIY,” ungkap Ihsan, dikutip dari kompas.com. (net/kpc/smr)





