Catat Sejarah, BAZNAS Kumpulkan Rp4,3 Miliar dari Zakat Istana 2026

Layanan Konter Zakat Istana tahun ini menjadi pengumpulan zakat tertinggi dengan menghimpun dana zakat Rp4,3 miliar dari 111 muzaki.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mencatat sejarah pelaksanaan Zakat Istana 2026. Layanan Konter Zakat Istana tahun ini menjadi pengumpulan zakat tertinggi dengan menghimpun dana zakat Rp4,3 miliar dari 111 muzaki, yang terdiri dari para pejabat negara, menteri hingga TNI.

Semarak.co – Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin negara menunaikan zakat melalui BAZNAS. Pihaknya terima kasih dukungan Presiden dan Wakil Presiden, dan seluruh jajaran kabinet yang telah membayar zakat melalui BAZNAS.

Bacaan Lainnya

“Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami. Selain tentu saja menambah penerimaan zakat, yang lebih penting adalah dukungan moral,” ujar Sodik, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Minggu malam (15/3/2026).

Menurutnya, dukungan para pemimpin negara tersebut memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

“Keteladanan para pemimpin ini sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel. Bahkan pengaruhnya bisa lebih kuat dibandingkan dengan kampanye yang kami lakukan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, capaian penghimpunan tertinggi dalam 11 kali penyelenggaraan Zakat Istana ini menjadi momentum penting bagi kepengurusan BAZNAS periode 2026–2031 untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.

“Kepercayaan ini merupakan amanah bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sodik juga menekankan bahwa potensi zakat nasional di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi kekuatan penting dalam membantu mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan umat.

“Partisipasi para pejabat negara dalam Zakat Istana juga menunjukkan kehadiran negara dalam mendukung gerakan zakat nasional. Ini menjadi sinyal positif bahwa zakat semakin dipandang sebagai instrumen penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Secara tren, penghimpunan zakat dari jajaran pejabat negara di Istana melalui BAZNAS terus mengalami peningkatan dalam periode 2022 hingga 2026. Pada 2022, zakat yang terkumpul tercatat sebesar Rp636.250.000, meningkat menjadi Rp753.500.000 pada 2023, lalu mencapai Rp1.088.500.000 pada 2024.

Penghimpunan tersebut kembali meningkat pada 2025 menjadi Rp2.040.338.000, dan pada 2026 melonjak signifikan hingga mencapai Rp4.345.197.056. Selain Presiden Prabowo dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri kabinet juga turut menunaikan zakat melalui BAZNAS. (hms/smr)

Pos terkait