Perang hanya membuat sengsara rakyat sipil. Tak cuma pihak yang diserang. Yang menyerang pun siap-siap menerima serangan balasan. Dan jutaan warga Israel (penyerang) menghabiskan malam tanpa tidur alias dipaksa begadang.
Semarak.co – Keresahan warga Israel itu dirasakan betul sangat menyiksa di sepanjang Selasa (10/3) malam hingga Rabu (11/3) dini hari waktu setempat, karena serangan yang dilancarkan Iran dan Lebanon menyasar ke permukiman mereka.
Dikutip dari Al Jazeera dan dilansir CnnIndonesia.com pada 11/3/2026, jutaan warga Israel berlari ke tempat perlindungan dan banyak yang gagal masuk tempat perlindungan. Momen menakutkan itu terjadi setelah Iran dan Lebanon melancarkan serangan ke sejumlah titik di Israel.
Sistem radar Israel dikabarkan terganggu sehingga kemampuan untuk memeringatkan orang-orang telah berkurang karena serangan rudal Iran yang terus berlanjut. Hal ini membuat orang-orang di Israel kesulitan untuk mengetahui kapan rudal dari Iran datang.
Sepanjang Selasa malam hingga Rabu pagi dini hari, setidaknya ada enam rudal yang diluncurkan dari negeri para mullah Iran. Bahkan, serangan yang dilontarkan dari Lebanon, juga membuat sirene meraung-meraung berulang kali.
Sejumlah drone dilancarkan Iran dan Lebanon menembus sistem pertahanan Israel dan mencapai daerah jauh di dalam negeri Israel. Israel telah memeringatkan tentang ancaman dari rudal-rudal baru yang dikirim dari Iran, khususnya yang memiliki hulu ledak terfragmentasi yang pecah ketika meledak.
Israel juga mengatakan Hizbullah telah mengembangkan rudal jarak jauh baru. Dua hari yang lalu, sebuah rudal menghantam Beit Shemesh, sebuah daerah dekat Yerusalem dengan banyak situs militer, yang memicu kecemasan di kalangan masyarakat Israel.
(net/cni/alz/kim/smr)





