Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Jalan Kawasan Strategis Penghubung Produksi (KSPP) Wanam–Muting di Provinsi Papua Selatan, guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, dan membuka akses logistik.
Semarak.co – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting merupakan proyek strategis untuk membuka keterisolasian wilayah selatan Papua sekaligus memperkuat konektivitas antara pusat produksi dan jalur distribusi logistik.
“”Infrastruktur jalan yang andal akan mempermudah mobilitas orang dan barang, menurunkan biaya logistik, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua Selatan,” ujar Menteri Dody, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Selasa (10/2/2026).
Saat ini, Kementerian PU sedang pembangunan Segmen II berupa pembangunan jalan sepanjang ±80,02 km yang dilengkapi dengan jembatan sepanjang total 480 meter di tiga lokasi serta box culvert di empat lokasi.
Lingkup pekerjaan mencakup pekerjaan jalan at grade, jembatan, box culvert, serta jalan akses pendukung. Proyek ini didukung dengan mobilisasi alat berat, antara lain 35 unit excavator, 7 unit bulldozer, 8 unit compactor, dan 2 unit grader.
Sementara itu, pada Segmen I, Kementerian PU akan melakukan pembangunan dengan total penanganan sepanjang 58,00 km. Jalan dirancang dengan lebar badan jalan 7,5 meter (dengan median) dan lebar bahu jalan 1,5 meter.
Infrastruktur pendukung meliputi pembangunan empat unit jembatan, terdiri dari tiga unit jembatan bentang 50 meter dan satu unit jembatan bentang 40 meter, serta pile slab sepanjang 6,1 km dengan lebar 11 meter dan 17 unit box culvert.
“Kami memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hak ulayat masyarakat adat. Pembangunan harus membawa manfaat nyata dan diterima oleh masyarakat setempat,” tambah Menteri Dody.
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian PU bersinergi dengan pemerintah daerah secara intensif telah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat adat sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 di berbagai kampung dan distrik.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting secara tepat mutu, tepat waktu, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan yang inklusif serta berpihak pada kepentingan masyarakat Papua Selatan.
Dukung Target Presiden Panen 10 Ribu Hektare, Kementerian PU Percepat Infrastruktur di Wanam,
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo juga meninjau progres pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Wanam, Provinsi Papua Selatan, Senin (9/2/2026).
Langkah ini sebagai bagian dari percepatan dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto agar pada tahun ini lahan seluas minimal 10.000 hektare sudah dapat mulai dipanen.
Menteri Dody mengatakan, Kementerian PU bersama mitra terkait, termasuk Agrinas dan Pemkab Merauke, tengah bekerja intensif untuk memastikan kesiapan infrastruktur dasar, khususnya pengendalian banjir, pembangunan jaringan irigasi, serta konektivitas jalan menuju kawasan cetak sawah.
“Saya ingat betul arahan Bapak Presiden, tahun ini minimal 10.000 hektare sudah mulai panen. Karena itu Kementerian PU, Agrinas, dan Pemkab Merauke harus bergerak bersama agar target tersebut bisa tercapai,” kata Menteri Dody.
Menurut Dody, saat ini progres pembukaan akses jalan dan pengendalian kawasan rawa terus berjalan. Beberapa kendala sosial telah ditangani melalui pendekatan dialog dengan masyarakat setempat agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.
“Kita sedang mengejar proses. Yang paling mendesak adalah pengendalian banjir dan pembangunan saluran primer sampai KM 38 sementara waktu. Jangan sampai saat Agrinas mulai pekerjaan cetak sawah, irigasi kita belum siap. Begitu cetak sawah selesai, saluran primer harus sudah tersedia dan air tawar untuk padi sudah mengalir,” tuturnya.
Untuk mendukung kebutuhan air irigasi 10.000 hektare lahan sawah, Kementerian PU melalui Ditjen Sumber Daya Air tengah menghitung potensi sumber air dari rawa di KM 39.
Apabila kapasitasnya belum mencukupi, alternatif suplai air akan ditarik dari rawa yang lebih besar di kawasan Angkias (KM 58). Kajian teknis perencanaan sedang dilakukan guna memastikan kecukupan debit air sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Di sisi konektivitas, pembangunan Jalan Kawasan Strategis Penghubung Produksi (KSPP) Wanam–Muting menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilisasi alat dalam mendukung program cetak sawah dan produksi pangan.
Pada Segmen II, Kementerian PU telah melaksanakan pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 80,02 km, dilengkapi jembatan total 480 meter di tiga lokasi serta box culvert di empat lokasi. Pekerjaan didukung 35 unit excavator, 7 unit bulldozer, 8 unit compactor, dan 2 unit grader.
Sementara pada Segmen I, akan dilakukan pembangunan sepanjang 58,00 km dengan lebar badan jalan 7,5 meter dan bahu jalan 1,5 meter. Infrastruktur pendukung mencakup empat unit jembatan (tiga bentang 50 meter dan satu bentang 40 meter), pile slab sepanjang 6,1 km lebar 11 meter, serta 17 unit box culvert.
Pekerjaan di kawasan rawa membutuhkan metode konstruksi khusus agar tetap menjaga stabilitas tanah dan keberlanjutan lingkungan. “Kita dikejar waktu. Tahun ini harus bisa beroperasi penuh. Tapi kita tetap bekerja cepat tanpa merusak lingkungan dan memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga,” ujarnya.
Dengan sinergi lintas sektor dan percepatan pembangunan infrastruktur jalan serta irigasi, Kementerian PU optimistis target Presiden Prabowo Subianto untuk memulai panen 10.000 hektare di Papua Selatan pada tahun ini dapat tercapai, sekaligus memperkuat posisi Papua sebagai salah satu lumbung pangan nasional.(hms/smr)





