Kemendikdasmen Dorong Sekolah Ciptakan Rasa Aman dan Tenang bagi Siswa

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan, Kemendikdasmen terus memastikan setiap murid merasa aman dan tenang saat berangkat ke sekolah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan, Kemendikdasmen terus memastikan setiap murid merasa aman dan tenang saat berangkat ke sekolah.

Semarak.co – Hal tersebut disampaikan Wamendikdasmen Fajar saat meninjau pelaksanaan hari pertama sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Irsyad, Kota Tegal, Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

“Kita ingin menciptakan lingkungan sekolah yang betul-betul aman, ramah, nyaman, dan menggembirakan. Kita tidak membiarkan tindakan kekerasan, perundungan, bully, mengejek, apalagi kekerasan fisik maupun kekerasan verbal,” tegasnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Selasa malam (6/1/2026).

Wamendikdasmen mengajak seluruh warga sekolah, baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan. Menurutnya, sekolah merupakan rumah kedua bagi para siswa.

“Sebagaimana adik-adik merasa aman dan nyaman di rumah, di sekolah harus merasa aman, nyaman, dan berbahagia. Seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan perundungan,” pesannya.

Fajar juga menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi para siswa sebagai generasi emas dan calon pemimpin bangsa di masa depan. “Mohon diterima dan dibimbing anak-anak kita, Bapak dan Ibu guru. Anak-anak inilah calon-calon pemimpin bangsa yang kelak akan menggantikan kami di pemerintahan di kemudian hari,” ujarnya.

Hari pertama masuk sekolah menjadi pengalaman berkesan bagi siswa SMP Al Irsyad Kota Tegal. Salah satunya Keisha, siswi kelas IX D, yang mengungkapkan rasa antusiasnya karena mendapat tugas sebagai pembaca doa pada upacara bendera.

“Karena hari ini aku jadi petugas upacara, aku jadi semangat sekaligus canggung. Aku sudah lama latihan sebagai pembaca doa, makanya semangat banget. Aku juga enggak sabar upacara nanti dan semoga semuanya berjalan lancar,” ungkap Keisha.

Sementara itu, Azifa, siswi kelas IX D, menjadikan hari pertama sekolah untuk kembali belajar lebih giat. Ia berharap dapat meningkatkan capaian akademiknya dibandingkan semester sebelumnya. “Motivasi aku di semester baru ini pengen memperbaiki nilai di semester satu, pengen belajar supaya makin baik,” ujarnya bersemangat.

Guru Tahfidz dan Bahasa Arab SMP Al Irsyad Kota Tegal Hilmi Yahya mengungkapkan, pihak sekolah telah menyiapkan berbagai upaya  membangkitkan semangat siswa di hari pertama masuk sekolah. Salah satunya melalui pemberian motivasi melalui grup komunikasi sekolah, sehingga siswa datang ke sekolah dalam kondisi siap dan bersemangat.

“Ini saatnya kembali ke sekolah, kembali mengumpulkan niat, dan me-refresh pemikiran kita. Yang paling penting adalah menata niat untuk belajar, agar apa yang kita peroleh dari sekolah bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkas Hilmi.

Kunjungi Sekolah Terdampak Bencana di Medan, Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Kembali Pulih

Setelah sempat lumpuh akibat banjir besar yang melanda kota Medan dan sekitarnya pada akhir November 2025, kegiatan belajar mengajar di sejumlah satuan pendidikan kini berangsur pulih.

Sekolah–sekolah terdampak telah siap memulai pembelajaran untuk mengawali semester genap tahun ajaran 2025/2026, termasuk SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara serta beberapa sekolah lainnya di Kota Medan.

Kesiapan pembelajaran ditandai dengan upacara bendera hari pertama sekolah yang dipimpin Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara, Senin (5/1).

Tatang menegaskan, kembali ke sekolah pasca terjadinya bencana bukanlah hal mudah bagi murid maupun guru. Rasa cemas, kelelahan, hingga duka akibat kehilangan harta benda bahkan anggota keluarga masih mungkin dirasakan. Namun demikian, semangat untuk belajar harus terus dijaga.

“Anak-anakku, kita harus tetap gemar belajar kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun. Bapak dan Ibu guru akan terus berupaya menjadi teman belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi kalian semua,” ujar Tatang, di Medan, Senin (5/1).

Suasana semakin hangat ketika para murid menyapa Mendikdasmen Abdul Mu’ti, yang memimpin upacara hari pertama sekolah secara nasional dari Kabupaten Aceh Tamiang melalui Papan Interaktif Digital (PID).

Kepala SLB Negeri Pembina Tingkat Sumatra Utara Mardi Panjaitan menjelaskan, banjir sempat merendam hampir seluruh ruang kelas dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Sekitar 400 murid terpaksa diliburkan dan mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.

Selain ruang kelas, banjir juga merusak sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang administrasi dan kantin hasil program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025. Perabot sekolah yang baru digunakan turut terdampak dan memerlukan perbaikan ulang.

“Mebel yang baru akhirnya kondisinya seperti mebel lama karena terendam banjir. Untungnya papan interaktif digital datang setelah banjir, sehingga bisa kami selamatkan,” ujar Mardi.

Selain meninjau SLB Negeri Pembina, Tatang juga mengunjungi sejumlah sekolah terdampak lainnya di Kota Medan, antara lain SMKN 14 Medan, SMPN 16 Medan, SDN 49 Medan, dan SDN 13 Medan. Di SMKN 14 Medan, banjir menyebabkan kerusakan berat pada peralatan praktik siswa.

Lebih dari Rp13 Miliar untuk Pemulihan Pendidikan

Sejak bencana banjir melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus terus melakukan penanganan dampak bencana terhadap keberlanjutan pendidikan. Total bantuan yang disalurkan di ketiga wilayah tersebut mencapai lebih dari Rp13 miliar.

Bantuan mencakup 109 unit tenda darurat, 7.600 paket schoolkit, 2.000 pasang sepatu, serta 80 paket sekolah darurat. Selain itu, dukungan psikososial berupa layanan trauma healing juga diberikan kepada murid serta orang tua atau keluarga terdampak.

Salah satu penerima bantuan, Devina Tiara, murid SMPN 16 Medan, merasa senang dapat menerima schoolkit. Banjir setinggi hampir satu meter merusak buku, tas, dan perlengkapan sekolah miliknya. (hms/smr)

Pos terkait