Silaturahmi Kementerian PPPA dan PT PNM Perkuat Sinergi Berdayakan Perempuan dan Lindungi Anak di seluruh Indonesia

Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi (keempat dari kanan) dan Dirut PT PNM Arief Mulyadi (ketiga dari kanan) dalam Acara Silaturahmi di Kantor Pusat PNM, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025). Foto: internet

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat sinergi untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak di seluruh Indonesia.

semarak.co-Hal itu menyusul kegiatan Silaturahmi antara Kementerian PPPA dan PT PNM di Menara PNM Jalan Kuningan Mulia, Kuningan Center Lot 1 No 9F, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2024).

Bacaan Lainnya

Kolaborasi ini mencakup berbagai program yang dirancang untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan, terutama bagi perempuan di desa dan daerah prasejahtera. Diketahui kerja sama dengan Kementerian PPPA telah berlangsung selama lima tahun terakhir.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengungkapkan, fokus utama kolaborasi kali ini adalah pengembangan konten yang mendukung pemberdayaan perempuan, seperti parenting, pembinaan anak, peningkatan kepercayaan diri perempuan, hingga kesadaran akan peran sebagai istri.

“Kami menerima banyak konten dari Kementerian PPPA yang nantinya akan kami tindak lanjuti dalam bentuk kegiatan nyata di lapangan,” tutur Arief usai menerima Kunjungan Kementerian PPPA di kantor PNM, Jumat sore (10/1/2025) dilansir republika.co.id, Jumat 10 Jan 2025 19:26 WIB.

Selain itu, sambung Arief, pihaknya berencana mengintegrasikan program ini dengan Rumah Bersama Indonesia (RBI) yang dikelola Kementerian PPPA serta memperluas manfaatnya melalui 22 kampung madani milik PNM.

Saat ini, lanjut Arief, PT PNM juga telah memiliki 132 rumah pintar yang selama ini digunakan sebagai tempat belajar anak-anak. Melalui kerja sama ini, para ibu, yang juga nasabah PNM, dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan keterampilan mereka.

“Ini adalah bagian dari semangat kolaboratif pemerintahan kali ini. Kami ingin menambah kepercayaan diri nasabah kami, meningkatkan keterampilan mereka, dan pada akhirnya mendukung keberlanjutan usaha mereka. Saat ini PNM memiliki 15,8 juta nasabah,” imbuh Arief.

Namun, lanjut dia, fokus ke depan adalah pada peningkatan kelas para nasabah. “Kami akan lebih memprioritaskan program peningkatan kelas. Nasabah yang naik kelas nantinya akan digantikan oleh nasabah baru,” jelas Arief.

Terkait alokasi anggaran, Arief menegaskan, kerja sama ini tidak membutuhkan anggaran baru. Sebagai contoh, pada tahun lalu, PNM telah mengalokasikan Rp 70 triliun untuk program pemberdayaan. Anggaran yang sama akan digunakan untuk mendukung sinergi dengan Kementerian PPPA.

“Kami fokus pada 6.165 kecamatan yang menjadi wilayah operasi kami, yang pasti ada irisan dengan sekitar 3.000 desa ramah perempuan dan anak yang dicanangkan Kemen PPA. Kami akan memberikan konten tambahan di desa-desa tersebut,” tambahnya.

Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menegaskan, Kementerian PPA akan memperluas cakupan program kerja sama dengan PNM. “Kami telah menetapkan tiga program prioritas, salah satunya adalah Warung Bersama Indonesia, yang bertujuan untuk menciptakan satu data berbasis desa tentang perempuan, laki-laki, dan anak,” jelasnya.

Menurut Arifah, penguatan perempuan di bidang ekonomi menjadi fokus utama dalam sinergi ini. Pemetaan potensi desa akan menjadi langkah awal untuk menentukan bentuk dukungan yang diberikan.

“Misalnya, jika ada perempuan yang berminat di bidang kecantikan, mereka bisa dilatih untuk membuka salon. Begitu juga dengan usaha menjahit, kerajinan tangan, atau berdagang kecil. Kami akan memetakan kebutuhan dan potensi desa, lalu melibatkan PNM untuk mendukung pengembangan sektor tersebut,” jelas Arifah.

Kerja sama antara Kementerian PPPA dan PNM ini merupakan bentuk nyata dari semangat kolaborasi untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi perempuan dan anak di Indonesia. Melalui berbagai program pemberdayaan dan perlindungan, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, inklusif, dan sejahtera. (net/rep/smr)

Pos terkait