BAZNAS RI Bersama OIC Youth Jajaki Kerja Sama Penguatan Diplomasi Zakat Mancanegara

Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI, H. Syarifuddin saat bertemu Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita. Foto: humas Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjajaki kerja sama strategis dengan Organisation of Islamic Cooperation (OIC) Youth untuk memperkuat ekosistem diplomasi zakat di tingkat mancanegara dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Semarak.co – Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI, H. Syarifuddin mengatakan pihaknya membuka peluang kerja sama dalam program pendayagunaan dan pemberdayaan mustahik.

Ini juga termasuk dalam agenda International Islamic Youth Policy Strategic Dialogue 2026 yang digelar OIC Youth hingga membangun jejaring internasional untuk mendorong potensi zakat diaspora di negara-negara anggota OIC.

“Dialog internasional itu memang kita harus realistis, upaya ini harus kita terus dorong agar semangat diplomasi zakat ini jalan. Jadi silakan kalau mungkin ada program yang lebih riil yang dengan jaringannya bisa mendorong potensi zakat di masing-masing negara,” jelas Syarifuddin yang menerima jajaran OIC Youth.

Melalui penjajakan kerja sama ini, BAZNAS RI berharap model pengelolaan zakat berbasis masyarakat dari Indonesia dapat menjadi rujukan dan inspirasi praktik baik bagi negara-negara Muslim lainnya.

Selain itu, kata Syarifuddin, BAZNAS RI terus memantapkan peran kepemimpinan strategisnya di kancah internasional seperti upaya menduduki posisi kunci di forum zakat dunia atau World Zakat and Waqf Forum (WZWF), sekaligus menggemakan keunggulan model pengelolaan zakat khas Indonesia ke tingkat global.

“Nanti teman-teman di OIC Youth kita bisa siapkan satu skema kerja sama yang nanti bisa mendorong program bersama. Jadi OIC satu sisi kita kerja sama program, tapi penguatan potensi zakat juga,” tuturnya dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Rabu pagi (4/11/2026).

Sementara itu, Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita mengatakan pihaknya akan menggelar agenda internasional pada 7 Desember yang diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan pemuda, mahasiswa, dan santri, serta dihadiri perwakilan korps diplomatik dari 30 negara anggota OKI dan negara observer.

Lebih lanjut, Astrid mengatakan, Indonesia yang berpopulasi Muslim terbesar berkali-kali tercatat sebagai negara paling dermawan di dunia, bahkan selama pandemi COVID-19, sehingga kedermawanan masyarakat ini perlu dikelola agar terdistribusi dengan baik.

“Dan salah satu isu yang kami angkat di agenda ini juga adalah mengenai inclusive finance dan sustainable energy,” kata Astrid Nadya Rizqita.(hms/baz/sam)