Kemenangan Demokrat di Kongres AS, Trump Hadapi Tekanan Politik dan Perubahan Hubungan Internasional

Kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu pemilu Amerika Serikat (AS), pada hari Selasa (3/11/2026), mengubah keseimbangan kekuasaan di Washington dan menjadi pukulan politik besar bagi Presiden Donald Trump di Amerika.

Semarak.co – Demokrat berhasil merebut kendali Senat sekaligus Dewan Perwakilan Rakyat, mengakhiri dominasi Partai Republik di Kongres selama dua tahun terakhir pemerintahan Trump. Hasil itu menciptakan pemerintahan terbelah di Washington untuk sementara.

Perubahan komposisi Kongres diperkirakan membatasi ruang gerak Gedung Putih dalam menyusun undang-undang, menyetujui pejabat, serta menentukan anggaran federal. Anggota Kongres baru dijadwalkan mulai bekerja secara resmi pada Januari 2027.

Partai Demokrat menyatakan akan memprioritaskan penurunan biaya hidup, pemulihan sejumlah program kesehatan serta pengawasan terhadap pemerintahan Trump. Mereka juga berpeluang membuka penyelidikan terhadap kebijakan dan pejabat pemerintah federal di Washington.

Trump mengakui perang dengan Iran dan kenaikan harga bahan bakar ikut merugikan Partai Republik dalam pemungutan suara. Meski menerima hasilnya, ia memeringatkan kemungkinan menggunakan hak veto presiden terhadap rancangan undang-undang.

Kemenangan Demokrat segera mendapat perhatian internasional karena dapat memengaruhi kebijakan Washington mengenai perang Iran, dukungan untuk Ukraina, perdagangan, keamanan serta hubungan dengan sekutu dan negara pesaing di berbagai kawasan dunia saat ini.

Reaksi Pemimpin Dunia

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyambut hasil itu dengan menyatakan pemilih Amerika menolak kebijakan yang memperburuk kemiskinan, kebencian, diskriminasi gender, penyangkalan perubahan iklim serta keistimewaan kelompok elite politik dan kekuasaan.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menilai hasil pemilu berpotensi membuka era baru hubungan internasional. Ia berharap perubahan politik Washington mendorong kerja sama bilateral yang lebih baik pada masa mendatang secara global.

Norwegia juga membaca hasil tersebut sebagai sinyal perubahan arah politik Amerika. Perdana Menteri Jonas Gahr Store mengatakan muncul suara politik yang lebih dekat dengan pandangan negaranya di Washington dalam pemerintahan baru.

Menurut Store, keselarasan itu terutama terlihat dalam isu iklim, lingkungan, kebijakan luar negeri, dan bantuan pembangunan. Namun, pemerintah Eropa tetap perlu menjaga hubungan dengan seluruh pihak politik Washington di masa mendatang.

Sikap Rusia, China dan Jepang

Respons Rusia lebih berhati-hati. Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov menyebut pendekatan Demokrat terhadap Moskow sangat negatif, seraya menegaskan kebijakan Rusia tidak bergantung pada perubahan politik AS segera terjadi.

China menyebut pemilu tersebut sebagai urusan dalam negeri Paman Sam. Beijing menyatakan tetap ingin memperkuat komunikasi, mengelola perbedaan dan memperluas kerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati serta kesetaraan dengan Washington.

Jepang menegaskan hasil pemilu tidak mengubah pentingnya aliansi keamanan dengan Amerika. Tokyo menyebut kemitraan kedua negara tetap menjadi pondasi utama kebijakan luar negeri dan pertahanan nasional Jepang di kawasan regional.

Di Timur Tengah, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menafsirkan kemenangan Demokrat sebagai penolakan masyarakat Amerika terhadap perang. Pernyataan itu muncul ketika ketegangan Washington-Teheran masih membayangi kawasan tersebut secara regional.

Dampak terhadap Kebijakan Luar Negeri Amerika

Meski demikian, dilansir Associated Press, Reuters, Opb.org dan Al Jazeera (5/11/2026), kemenangan oposisi di Kongres tidak otomatis mengubah kebijakan luar negeri AS. Presiden tetap memegang kewenangan eksekutif, sementara keputusan besar membutuhkan negosiasi politik dan dukungan legislatif yang memadai kelak.

Pengamat internasional kini mencermati bagaimana Demokrat menggunakan mayoritas baru mereka, terutama terkait pendanaan Ukraina, konflik Timur Tengah, kebijakan perdagangan dan pengawasan terhadap keputusan pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir mendatang.

Perubahan kekuatan di Kongres tersebut diperkirakan menjadi salah satu tantangan terbesar pemerintahan Donald Trump menjelang akhir masa jabatannya. Dunia kini menunggu arah baru hubungan Amerika dengan berbagai negara. (net/ap/rts/oo/alz/kim/smr)