Beranda Headline Lebanon Desak Israel Hentikan Serangan, Delegasi Militer Siapkan Perundingan di Amerika Serikat

Lebanon Desak Israel Hentikan Serangan, Delegasi Militer Siapkan Perundingan di Amerika Serikat

0
54

Lebanon akan mendesak penghentian serangan Israel dalam pertemuan trilateral di Amerika Serikat (AS) pada 20 Oktober 2026. Perundingan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomatik mengakhiri konflik yang kembali berkobar sejak Maret lalu.

Semarak.co – Rencana perundingan Lebanon-Israel akan dilangsungkan di AS. Pemerintah Lebanon menyiapkan delegasi militer untuk membawa tuntutan penghentian serangan Israel dalam pertemuan tiga pihak yang dijadwalkan berlangsung di Tampa, Florida, AS, pada 20 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan Lebanon, Israel dan negara Paman Sam. Agenda diplomatik ini diharapkan membuka jalan bagi penghentian permusuhan serta mengurangi risiko konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Lebanon dan Israel telah mengadakan sejumlah perundingan langsung dalam beberapa bulan terakhir, dengan tujuan mengakhiri permusuhan yang kembali pecah pada 2 Maret 2026 di tengah konflik regional lebih luas di kawasan.

Dalam kesepakatan yang dimediasi AS, Beirut berkomitmen melucuti senjata Hizbullah, dengan harapan pasukan Zionis Israel kemudian menarik diri secara bertahap dari wilayah Lebanon sesuai ketentuan perundingan bilateral sebelumnya.

Namun, Hizbullah menolak melucuti senjata selama pasukan Israel masih berada di wilayah Lebanon. Sementara itu, Israel terus melancarkan serangan di Lebanon selatan, sehingga kesepakatan tersebut kini tetap menghadapi hambatan diplomatik.

Perundingan 20 Oktober akan menguji kemampuan ketiga pihak menyepakati langkah konkret untuk meredakan kekerasan dan membuka peluang penyelesaian politik atas konflik yang berlangsung di wilayah Lebanon dan Israel secara damai.

Latar Belakang Konflik

Kantor berita Reuters dan Al-monitor.com (18/10/2026) melaporkan, konflik kembali meningkat sejak Maret 2026, ketika permusuhan antara Israel dan Hizbullah kembali pecah dalam situasi ketegangan regional yang lebih luas. Serangan berkelanjutan di Lebanon selatan menjadi salah satu persoalan utama.

Pemerintah Lebanon menghadapi tantangan menjaga kedaulatan wilayahnya sekaligus mendorong penyelesaian diplomatik. Keberadaan pasukan Israel dan penolakan Hizbullah untuk melucuti senjata selama pasukan asing masih berada di wilayah Lebanon mempersulit tercapainya kesepakatan.

Tantangan Diplomasi

Paman Sam berperan sebagai mediator dalam perundingan Lebanon-Israel. Pertemuan di Tampa Florida diharapkan menjadi kesempatan bagi ketiga pihak untuk membahas penghentian serangan dan pelaksanaan kesepakatan sebelumnya.

Meski demikian, hasil perundingan tersebut nanti belum dapat dipastikan. Penghentian kekerasan membutuhkan komitmen nyata dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk langkah keamanan yang dapat diterapkan dan dipantau di lapangan. (net/rts/amc/kim/smr)