Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyerukan negara-negara Teluk meningkatkan kerja sama menjaga jalur pelayaran, fasilitas energi dan infrastruktur sipil, menyusul meningkatnya ketegangan kawasan secara kolektif pada hari Selasa ini.
Semarak.co – Seruan tersebut disampaikan saat Emir membuka sidang tahunan ke-55 Dewan Syura Qatar di Doha pada Selasa (13/10/2026). Ia menegaskan keamanan negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk tidak dapat dikompromikan dalam pidatonya.
Menurut pidato resmi yang dipublikasikan kantor Emir, Qatar menghadapi tiga tanggung jawab sekaligus: menjaga kedaulatan, mendukung keamanan energi global, serta memertahankan jalur diplomasi untuk membantu mengakhiri konflik regional secara damai.
Dilansir Diwan.gov.qa, Arab News dan Thepeninsulaqatar.com (13/10/2026), Emir mengatakan strategi negaranya mencakup pertahanan tanpa terseret perang, menjaga layanan penting dan rantai pasokan, membantu upaya gencatan senjata serta mendorong perundingan damai antara pihak-pihak yang bertikai di kawasan itu.
Penutupan Selat Hormuz dan kerusakan fasilitas energi di Ras Laffan telah mengganggu sebagian ekspor Qatar. Media Qatar mengungkap dampaknya terutama terasa pada sektor energi, menurut pidato resmi yang disampaikan Emir pada periode tersebut.
Negara Qatar memasok sekitar seperlima perdagangan gas alam cair dunia hingga saat ini. Karena itu, gangguan produksi maupun pengiriman dapat segera memengaruhi pasar energi, biaya logistik, dan konsumen di seluruh dunia.
Emir menyebut pendapatan pemerintah Qatar turun 42% pada semester pertama tahun ini akibat dampak (konflik) regional. Namun, ia mengatakan layanan dasar dan prioritas pembangunan nasional tetap dipertahankan bagi warga Qatar.
Doha juga menegaskan komitmen menyelesaikan perselisihan melalui dialog, negosiasi dan jalur diplomatik. Menurut Emir, hak memertahankan kedaulatan harus berjalan seiring upaya mencegah perang regional yang lebih luas di tengah ketegangan.
Seruan Qatar penting bagi negara-negara Muslim karena keamanan Teluk berkaitan erat dengan perdagangan, pasokan energi, dan stabilitas ekonomi. Eskalasi berkepanjangan berisiko memperbesar tekanan bagi masyarakat di kawasan dan dunia internasional.
Emir turut menempatkan Palestina sebagai prioritas, mengecam tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat, serta menyerukan pertanggungjawaban. Ia juga mendukung penyelesaian politik untuk krisis Sudan, Libya, Yaman, dan Somalia di kawasan.
Dampak Terhadap Dunia Islam dan Perdagangan Global
Keamanan Selat Hormuz menjadi perhatian internasional karena jalur tersebut merupakan salah satu koridor utama pengiriman energi dunia. Gangguan berkepanjangan dapat memengaruhi biaya transportasi, harga energi, dan stabilitas ekonomi berbagai negara.
Bagi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam, ketegangan kawasan Teluk juga berkaitan dengan kepentingan ekonomi, keselamatan warga dan hubungan diplomatik. Karena itu, dialog regional dinilai penting untuk mencegah konflik semakin meluas.
Qatar menegaskan akan terus bekerja sama dengan mitra regional dan internasional untuk mendorong stabilitas. Pemerintahnya juga menempatkan perlindungan kedaulatan, kelangsungan layanan masyarakat, dan diplomasi sebagai bagian penting menghadapi krisis. (net/dga/an/tpqc/kim/smr)





