Dukung Ekosistem Subsektor Musik, Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Bareng ALI Band

Wamenekraf Irene Umar menyambut baik rencana tur ALI Band di Amerika Utara pada September 2026.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menyambut baik rencana tur ALI Band di Amerika Utara pada September 2026 sekaligus membahas strategi penguatan penetrasi musisi Indonesia di panggung internasional.

Semarak.co – Wamenekraf menilai ALI Band merupakan contoh talenta musisi Indonesia yang mampu membawa identitas bangsa, sehingga memiliki keunggulan kompetitif di industri musik global. Menurutnya, orisinalitas dan gaya musik di Indonesia begitu beragam dan menjadi modal utama yang tidak dapat ditiru negara lain.

Bacaan Lainnya

“ALI Band pasti mampu menunjukkan seperti apa talenta musisi Indonesia memiliki unique selling point atau nilai jual yang unik di panggung global. Inilah yang harus menjadi inspirasi bagi banyak musisi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya,  dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Jumat (17/7/2026).

Tidak hanya itu, Wamen Ekraf juga menyoroti pentingnya membangun model bisnis musik yang lebih sehat sehingga musisi tidak hanya bergantung pada festival, tetapi memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan melalui berbagai kanal distribusi, komunitas penggemar, hingga kerja sama dengan lintas sektor.

Baginya, pemerintah perlu memahami secara utuh tantangan yang dihadapi musisi sehingga dapat menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Kementerian Ekraf ingin memahami business model industri musik secara menyeluruh sehingga bisa menghadirkan solusi yang relevan.

“Musisi tidak cukup memperoleh panggung, tetapi juga harus memiliki ekosistem bisnis yang sehat sehingga dapat terus berkembang. Karena itu, kami ingin terus berdiskusi, memetakan tantangan, serta menjembatani kolaborasi dengan berbagai pihak yang dapat mendukung ekspansi musisi Indonesia ke panggung global,” ujar Irene.

Perwakilan ALI Band menjelaskan bahwa perpaduan unsur musik funk, disko, soul Timur Tengah, dan berbagai pengaruh budaya lainnya menjadi daya tarik utama saat tampil di Eropa, Amerika Serikat, hingga Australia.

Keunikan tersebut membuat banyak promotor internasional menilai mereka dapat menawarkan karakter musik yang berbeda. Dibentuk sejak 2021, ALI yang beranggotakan Arswandaru Cahyo (bassist), John Paul Patton (drummer), dan Absar Lebah (gitaris) pernah menjadi line up pada Fuji Rock Festival 2024. (hms/smr)

 

Pos terkait