Top Markotop, Maryam Siswi MAN 1 Pekanbaru Diterima di 22 Kampus Luar Negeri dan Raih 4 Beasiswa Internasional

Maryam, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru, diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri.

Maryam, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru, diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri. Kampus yang menerima Maryam tersebar di Australia, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat.

Semarak.co – Tidak hanya itu, Maryam juga meraih empat beasiswa bergengsi, yakni Academic Merit Scholarship, STEM Scholarship, International Student Support Scholarship, dan CDU Global Merit Scholarship.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat bersyukur bisa diterima di berbagai kampus luar negeri. Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya,” kata Maryam, dirilis humas kemenag melalui link resmi kemenag.go.id dilansir WAGroup Jurnalis Kemenag, Senin (8/6/2026).

Sejumlah kampus yang menerima Maryam yaitu Monash University pada program Applied Data Science Advanced, University of Adelaide dan Charles Darwin University pada program Bachelor of Science, Macquarie University pada bidang Biotechnology, serta Curtin University, Deakin University, Bond University.

Maryam juga diterima Swinburne University of Technology, dan Coventry University pada bidang Biomedical Science, University of Wollongong untuk Nutrition Science, Massey University untuk Food Technology.

Selain itu, University of Southern Queensland untuk Food and Beverage Science, Leeds Beckett University untuk Data Science and Artificial Intelligence, University of St. Thomas untuk Neuroscience pada Biochemistry, Caldwell University untuk Biology–Forensic Track, serta DePaul University untuk Biochemistry.

Sedangkan kampus lainya, University of Canterbury dan Briar Cliff University pada bidang Environmental Science, The University of Waikato pada program Environmental Sciences and Biomedical Sciences, Auckland University of Technology pada Food Science and Biomedical Science, Western Sydney University pada Applied Data Science, serta Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) pada program Bachelor of Science.

“Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya,” ujar Maryam.

Siswi Program Cambridge MAN 1 Pekanbaru itu mengatakan keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan orang tua dan para guru yang terus mendampinginya selama proses pendaftaran ke berbagai perguruan tinggi luar negeri.

Koordinator Bimbingan Konseling MAN 1 Pekanbaru, Yogi Nurfa Paramitasari, mengatakan proses persiapan menuju perguruan tinggi luar negeri membutuhkan konsistensi dan komitmen tinggi dari murid. Pendampingan dilakukan mulai dari pemilihan kampus, penyusunan personal statement, hingga persiapan dokumen yang dibutuhkan.

“Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Mereka melewati proses yang panjang dan penuh tantangan. Kami di BK berupaya mendampingi murid agar mampu menemukan potensi terbaiknya dan percaya diri untuk mendaftar ke kampus-kampus internasional,” kata Yogi. (hms/smr)

Pos terkait