Tim Nasional Iran dikabarkan pindah home base saat pelaksanaan Piala dunia 2026 di Amerika Serikat (AS). Persiapan menuju Piala Dunia 2026 tidak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga menyangkut persoalan logistik, keamanan, hingga akses perjalanan internasional.
Semarak.co – Pasukan sepakbola Iran yang ditukangi pelatih Amir Ghalenoei memutuskan memindahkan pusat latihan mereka dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko, setelah mendapat persetujuan dari badan sepakbola dunia, FIFA.
Keputusan itu diumumkan Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, pada Sabtu (24/5/2026). Dalam pernyataannya, Taj mengatakan tim akan menggunakan kamp di Tijuana, kota yang berada di pesisir Pasifik sekaligus berbatasan langsung dengan Paman Sam.
Menurutnya, perpindahan lokasi latihan (markas) tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari upaya mengurangi potensi hambatan perjalanan menjelang turnamen sepakbola bergengsi dunia itu ketika digelar.
Wilayah Tijuana, di negara Meksiko, dinilai memberikan keuntungan karena timnas Iran dapat terbang langsung ke Meksiko menggunakan maskapai nasional Iran tanpa menghadapi kerumitan administratif yang lebih besar.
Selain itu, faktor geopolitik ikut memengaruhi keputusan tersebut. Taj menyebut pemindahan markas dapat membantu menghindari persoalan visa yang masih menjadi perhatian setelah ketegangan hubungan terkait konflik AS-Israel dengan Iran.
Timnas Iran yang dipimpin kapten Alireza Jahanbakhsh, sebelumnya juga menghadapi ketidakpastian mengenai pengaturan perjalanan dan keamanan selama Piala Dunia yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, seperti dilansir Timesindonesia.com pada 24 Mei 2026, timnas Iran sempat mengajukan permintaan agar pertandingan mereka dipindahkan dari wilayah Amerika Serikat, yang diketahui tengah berkonflik dengan negaranya.
Laporan dari pihak Iran menyebutkan para pemain dan staf pelatih hingga awal bulan ini masih belum memperoleh visa AS, meski proses pengajuan telah dilakukan ketika tim menjalani pemusatan latihan prapertandingan di Turki.
Dari sisi operasional, wilayah Tijuana dinilai jauh lebih menguntungkan. Dua laga awal Iran di Grup G akan berlangsung di Los Angeles, AS, yakni menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni 2026 dan Belgia pada 21 Juni 2026. Setelah itu Iran akan menantang Mesir di Seattle, AS pada 26 Juni 2026.
Taj mengatakan bahwa waktu tempuh penerbangan dari wilayah Tijuana menuju Los Angeles, AS, diperkirakan hanya sekitar 55 menit, yang artinya, lebih dekat dibandingkan rencana awal saat tim akan berkamp di Arizona, AS.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Iran, FFIRI (Football Federation of the Islamic Republic of Iran) juga telah meminta FIFA untuk memberikan jaminan terkait visa, keamanan, serta perlakuan terhadap delegasi Iran selama mengikuti Piala Dunia 2026. (net/tic/kim/smr)





