Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) menggelar Workshop Pembinaan Talenta Ekonomi Kreatif: Voice Over (Sulih Suara) di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Semarak.co – Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf Cecep Rukendi menyatakan, industri voice over dan sulih suara memiliki peluang besar di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif dan ledakan konten digital di Indonesia.
“Berdasarkan laporan Statistik Ekonomi Kreatif BPS akhir 2025, sektor ekonomi kreatif telah menjadi mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional dengan kontribusi PDB Rp 1.611,2 triliun dan nilai investasi mencapai Rp 183,01 triliun pada 2025,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Rabu (13/5/2026).
Selain melatih kemampuan teknis vokal, peserta juga dibekali pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), personal branding, hingga strategi membangun jejaring di industri kreatif global.
“Kementerian Ekraf berkomitmen penuh mendukung ekosistem voice over, seperti melalui workshop ini, serta program seperti Wonder Voice of Indonesia, yang hingga kini menjadi kompetisi voice over terbesar di Tanah Air,” ujar Cecep.
Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan wawasan teknologi Artificial Intelligence (AI) di industri suara. Hadir sebagai narasumber utama, Bimo Kusumo (@bimoky), yang membagikan pandangannya mengenai pentingnya kualitas emosional manusia dalam industri voice over di tengah kemajuan AI.
“Betul bahwa AI bisa meniru nada, tapi AI tidak akan pernah bisa menggantikan empati dan storytelling yang menyentuh hati. Dalam industri voice over, kita tidak hanya mengeluarkan suara, tapi sedang membangun koneksi emosional dengan pendengar, dan orisinalitas manusia itulah yang akan terus dicari,” kata Bimo.
Workshop ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda di Kalbar melalui industri voice over dan ekonomi kreatif digital. Dukungan Seruni KMP dan kolaborasi lintas sektor juga diharapkan dapat memperkuat daya saing talenta lokal agar profesional di bidang ini bisa mendapatkan apresiasi yang layak. (hms/smr)





